Browse By

Sadis, Nenek Tewas Bersimbah Darah dengan Tangan Terputus

PASREPAN – Biadab!!! Nayuha, 62, nenek asal Dusun Tegalan, Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas bersimbah  darah di rumahnya, Selasa (25/4) malam sekitar pukul 23.10.  Korban mengalami luka bacok  di wajah dan lehernya. Bahkan, pergelangan tangan kiri korban juga putus.  

Adalah Ali Rido, 18, cucu laki- laki korban yang pertama kali menemukan neneknya tewas dalam kondisi tragis. Perempuan yang sehari-hari bekerja  sebagai buruh tani itu, diduga dibunuh dengan senjata tajam. Hal itu terlihat pada sejumlah  luka bacok di tubuh korban.

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo menyebutkan, sebelumnya kejadian itu, kedua cucu korban yakni Ali Rido dan Novi, 14, adiknya, berpamitan  untuk menonton lomba tarik tambang di Desa Lemahbang, Kecamatan Pasrepan, pukul 19.00.  Namun, tak lama kemudian, Ali   kembali pulang lantaran mengambil ponselnya yang tertinggal.

Loading...

“Pengakuan Ali, saat itu masih  sempat bertemu dengan neneknya yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Bahkan, menurut keterangan Ali, neneknya sempat menyuruhnya makan sebelum keluar lagi,” terang Kapolsek Pasrepan AKP  Thohari.

Sekitar pukul 23.10, Ali pulang ke rumah. Saat itu, Ali juga masih  bertemu dengan neneknya yang  masih dalam kondisi segar bugar. Setelah itu, Ali kembali keluar  menuju rumah tetangganya.  “Sekitar 5 sampai 10 menit, si Ali ini berada di rumah tetangganya.  Ia sempat melihat lampu di rumah  korban padam. Tapi, Ali juga tidak curiga. Ia kemudian menonton televisi,” imbuh Thohari.

Ali baru menyadari neneknya dibunuh, saat hendak mengambil makanan di dapur. Sesampainya di ruang tengah, ia melihat neneknya tergeletak di lantai dengan luka yang mengenaskan. Ali kemudian memberitahukan kondisi neneknya itu ke tetangga sekitar.

Warga yang  mengetahui peristiwa itu, kemudian menghubungi polisi.  Polsek Pasrepan yang mendapat kabar tersebut, langsung  menuju tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD R Soedarsono, Kota Pasuruan.

Polisi  kemudian melakukan olah TKP  pada kasus tersebut. Pakaian korban juga diamankan sebagai  barang bukti.  AKP Thohari mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada 6 saksi. Sejauh  ini, belum ada petunjuk berarti  dari keterangan saksi-saksi tersebut. Terkait dugaan motif  pembunuhan itu dilatarbelakangi  dendam, Kapolsek juga belum memastikan.

“Kami masih butuh waktu untuk mendalami, apa motif pembunuhannya. Sejauh ini, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap  enam saksi, termasuk kedua  cucunya,” kata Thohari. Korban sendiri oleh keluarga kemudian dimakamkan di TPU desa setempat. (radar)

Incoming search terms:

  • bokeg nenek sakdis
  • pembunuhan di kecamatan pasrepan