Browse By

Protes MPU dan Betor Masuk Kota

PANGGUNGREJO – Sejumlah sopir angkutan kota  (angkot) kemarin (25/4) mendatangi kantor DPRD Kota  Pasuruan. Mereka wadul tentang banyaknya mobil penumpang umum (MPU) dan becak bermotor (betor)  yang masuk kota yang berimbas menurunnya  pendapatan harian mereka.

Wakil Ketua Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopanda) Abdur Rozak mengatakan, maksud kedatangannya bersama sejumlah sopir angkot terkait 2 permintaan. Pertama, agar MPU dan betor dilarang masuk kota.

Pihaknya berharap adanya perda dan SK Wali Kota yang mengatur. Menurutnya, permintaan ini atas dasar keluhan sejumlah  sopir angkot karena banyaknya MPU yang dari arah Malang dan Probolinggo melintas masuk ke kota. Sehingga,  pendapatan sopir angkot pun terimbas turun drastis.

Loading...

“Belum lagi betor yang sering ngetem di perempatan  atau pertigaan. Bahkan, ada yang nyanggong di pintu masuk terminal Blandongan. Sehingga, banyak penumpang yang memilih naik betor daripada angkot,” katanya. Salah seorang sopir angkot, Basuki Rahmat  menambahkan, pada 2010 lalu ada kesepakatan dengan Wali Kota bahwa sopir MPU dilarang masuk kota dan  diminta untuk melintas lewat jalur lingkar selatan (JLS). Namun, sekarang MPU dan betor dapat melintas di  tengah kota.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Lukman Hakiem Bachmid menjelaskan, pihaknya akan  menyerap semua aspirasi dari Primkopanda dan  opir  angkot. Nantinya, semua permintaan tersebut akan disampaikan pada Ketua DPRD.

“Semua aspirasi kami terima. Selanjutnya, akan kami  sampaikan pada pimpinan sehingga ada tindak lanjut dari Wali Kota supaya angkot  dapat kembali bergairah,” tutur Lukim, panggilan akrabnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Lucky  Danardono menerangkan, pihaknya tetap melakukan penindakan dengan meminta  sopir betor untuk membuat  surat pernyataan. Sebab, betor tidak diperbolehkan karena  sangat membahayakan.

“Namun, yang jelas kami akan carikan solusi bagaimana angkot kembali menjadi  pilihan utama masyarakat Kota Pasuruan. Tentunya, dengan melakukan  penindakan tegas pada betor  yang tetap ngotot masuk kota,”ujarnya. (radar)