Browse By

Polisi Buru Terduga Pelaku Pembacokan Siswa SMKN 2 Kota Probolinggo

KRAKSAAN – Pelaku pembacokan terhadap seorang pelajar SMK Negeri 2 Kota Probolinggo, masih belum ditangkap. Satreskrim Polres Probolinggo mengaku masih memburu Rb, sosok yang disebut-sebut korban sebagai pelaku. Hingga kemarin (25/4), sosok Rb masih belum terendus polisi.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Hariyanto Rantesalu mengatakan, pihaknya masih terkendala minimnya keterangan yang disampaikan korban Muhammad Naufal, 18. Pasalnya, korban hingga kemarin masih terbaring lemah usai mendapat  luka bacok di wajah, bahu kanan  dan kiri, serta punggung. 

“Peristiwa itu masih dalam  penyelidikan. Tersangka belum  berhasil kami tangkap,” katanya kemarin. Soal motif pembacokan, Hariyanto juga mengaku belum  memperoleh keterangan detail. ”Bagaimana mau memastikan motif pembacokan itu, kalau korban sendiri belum bisa dimintai keterangan. Sampai sekarang korban masih lemah  terbaring di RSUD kota,” imbuhnya. 

Loading...

Meski begitu, secuil keterangan yang disampaikan bocah SMK  asal Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu tetap menjadi petunjuk penting. Karenanya, sosok Rb yang disebut-sebut korban pada polisi maupun keluarganya, kini diburu petugas.

“Kami  masih selidiki dan telusuri keberadaan Rb itu. Karena sampai  sekarang belum juga ditemukan,” ujarnya. Diberitakan koran ini sebelumnya, seorang pelajar SMKN 2 Kota Probolinggo bernama Muhammad Naufal, ditemukan bersimbah darah di hutan mahoni, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Senin (24/4) lalu.

Dugaan sementara, Naufal dianiaya karena persoalan motor.  Hal ini diungkapkan paman korban ketika ditemui Jawa Pos Radar Bromo di RSUD dr Mohamad Saleh. Diduga, Naufal dianiaya seseorang berinisial Rb, 20, warga Kecamatan Kedopok,  Kota Probolinggo.

Sebelumnya, Naufal memang sempat berselisih dengan Rb. Sepeda motor Naufal  itu dirusak Rb dan sudah diperbaiki. Naufal ini menagih uang perbaikan ke Rb. Mungkin karena ditagih terus, Rb marah. Sebelum ditemukan bersimbah darah, sekitar pukul 15.00, Naufal menerima telepon dari seseorang.

Diduga, telepon itu berasal dari Rb yang mengajak korban ketemuan. Namun, saat ditanyakan, ia tak menjelaskan siapa yang menghubungi. Bahkan, saat keluar rumah, Naufal hanya mengaku  hendak membeli bensin.

Dua jam kemudian atau sekitar pukul 17.00, keluarga mendapat telepon dari polisi. Petugas men jelaskan jika Naufal mengalami luka-luka akibat bacokan. Tentu saja keluarga kaget karena selama ini Naufal termasuk anak yang pendiam. (radar)

Incoming search terms:

  • pembacokan di probolinggo 2017