Browse By

Overload, Personel Keamanan Kurang

KRAKSAAN – Kapasitas rumah tahanan negara (rutan) kelas IIB Kraksaan, yang dihuni sekitar 306 warga binaan, melebihi  kapasitas atau overload. Tak hanya itu, rutan juga mengalami kekurangan personel keamanan. Tentu saja, hal ini membuka celah bagi tahanan yang berencana kabur.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, Rutan Kraksaan yang berada di tepi jalan raya Kraksaan itu, idealnya berkapasitas 250 warga  binaan. Dengan begitu, ada kelebihan 56 warga binaan di rutan  tersebut.  Jumlah personel keamanan juga dianggap kurang ideal.

Diketahui, hanya ada 16 petugas  keamanan yang bertugas. Itu pun  dibagi dalam empat kali pembagian kerja atau shift. Setiap shift, hanya ada 4 personel keamanan  yang bertugas. Idealnya, satu kali shift, harus ada 12 personel keamanan yang bertugas. Dengan  begitu, jumlah totalnya bisa mencapai 48 personel keamanan.  

Loading...

Muhammad Kafi, selaku kepala  Rutan Kraksaan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku sudah mengajukan tambahan personel ke Kementerian Hukum dan HAM. Baik itu perluasan lahan sampai penambahan sipir  jaga.

“Sampai sekarang belum ada tanggapan dari Kemenkum HAM terkait pengajuan tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo, Senin (24/4) lalu. Untuk sementara, pihak rutan memaksimalkan pengamanan  dengan personel yang ada. Mulai dari penjagaan pintu masuk untuk pengunjung yang hendak menjenguk dan penjagaan di sekeliling rutan.

Selain itu, pihaknya sudah menentukan beberapa warga  binaan yang bertanggung jawab atas keamanan di tiap blok tersebut.  “Ada empat blok di rutan ini.  Blok tahanan perempuan, tahanan narkoba, tahanan umum, dan tahanan anak,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan Kafi, pihaknya sering melakukan sharing atau pemindahan tahanan yang sudah divonis dan sudah mendapat keputusan hukum tetap. Dengan begitu, mengurangi kelebihan warga binaan di rutan tersebut. “Kalau belum divonis atau memiliki kekutan hukum tetap, tidak kami pindah,” tegasnya.(radar)