Browse By

Enam Terdakwa Pembunuh Tegar Terima Vonis

Kasus Pembunuhan Tegar Inkracht

MAYANGAN – Kasus pembunuhan Andhika Tegar Ditya R, dipastikan inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Sebab,  hingga memasuki hari ketujuh  setelah vonis, keenam terdakwa tidak mengajukan banding. Seperti yang diungkapkan Nanik,  jaksa penuntut umum (JPU) kasus ini saat ditemui di Kantor Kejari Probolinggo, kemarin.

Menurutnya, kasus ini di vonis pada Selasa (18/4). Paling lambat tujuh hari setelah vonis atau kemarin (25/4), para terdakwa harus mengajukan banding.Jika tidak, itu berarti para terdakwa menerima vonis majelis hakim.

Loading...

Dengan demikian, otomatis kasus ini inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Sesuai dengan yang dibacakan majelis hakim pada sidang Selasa  (18/4). “Hingga kini belum ada banding dari keenam terdakwa kasus Tegar. Karena sudah tujuh hari, maka kasus ini dinilai inkracht,”  terangnya.

Sementara itu, penasehat hukum (PH) terdakwa, Fandi Ahmad, memastikan para terdakwa memang tidak mengajukan   banding. “Terdakwa tidak banding. Jadi, keputusan ini inkracht  sesuai dengan hasil sidang,” tuturnya singkat.

Dalam sidang putusan yang di gelar Selasa (18/4) pekan lalu  di Pengadilan Negeri Probolinggo,  ke enam terdakwa diputus berbeda. Terdakwa Bayu Fana Novianto dan Septian Satrio diputus 9 tahun penjara. Terdakwa Wahyu Rafiul W di putus  3,5 tahun penjara. Terdakwa Ayu   Aprilia dan Hoirul Umam di putus  2 tahun penjara. Sedangkan, terdakwa Ahmad Hibaturrahman diputus 2 tahun penjara.  

Mereka terbukti menyebabkan Andhika Tegar Ditya R, 19, meninggal. Warga Jalan Ir. H. Juanda 3, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu sendiri ditemukan meninggal  di lapangan basket GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo, Rabu (24/8),  pukul 06.00.

Petugas Polres Probolinggo Kota lantas menangkap keenam terdakwa sebagai pihak yang diduga menyebabkan korban meninggal. (radar)