Browse By

Relokasi PKL Semarak Molor Lagi

Kini Ditarget sebelum Ramadan

KRAKSAAN – Rencana Pemkab Probolinggo merelokasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Semarak Kraksaan, dari sisi timur Alun-alun Kraksaan  tak juga terealisasi. Jika dulu ditarget sudah pindah pada 20 Februari 2017,  kini mundur.

Kini, Pemkab Probolinggo menarget mereka sudah bisa pindah bulan depan atau sebelum Ramadan  1438 Hijriah. Ketua Paguyuban PKL Semarak Alun-alun Kraksaan Heri mengatakan, rencana relokasi sebenarnya tidak  dipersoalkan oleh para pedagang. Asalkan, semua PKL harus pindah. Serta, tempat relokasi lebih layak dan fasilitasnya, seperti kebutuhan air dan listrik terpenuhi.

Loading...

“Saya tidak tahu relokasinya jadi  kapan. Dulu direncanakan sebelum tanggal 20 Februari sudah relokasi. Tapi, sampai sekarang (kemarin)  tempat relokasi masih belum siap,” ujarnya, kemarin. Selain itu, kata Heri, sebanyak 75 PKL yang menggunakan tenda dan 50 PKL  yang menggunakan kios sudah menandatangani kesepatan untuk direlokasi. Termasuk, dirinya.

Sebab, Bupati menjanjikan relokasi puluhan PKL itu bertujuan memberikan lokasi dan fasilitas yang lebih layak. “Kalau di tempat relokasi tidak ada air dan listriknya, tentu pedagang keberatan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Happy mengakui soal tertundanya rencana relokasi itu.

Sebab, proses pengurukan lahan seluas 3.000 meter persegi itu butuh waktu cukup lama.  Tapi, pihaknya menargetkan bulan depan atau sebelum Ramadan pavingisasi di lahan relokasi itu sudah  rampung. “Rencananya satu bulan untuk pengurukan. Ternyata, karena lahannya luas butuh waktu. Jadi, relokasi kami undur bulan depan,” ujarnya.

Disinggung soal anggaran yang disiapkan proses relokasi, Happy enggan membeberkan. Alasannya, anggaran hanya pengurukan dan pavingisasi.  “Nanti kami juga akan siapkan fasilitas air dan listrik yang dibutuhkan PKL,” ujarnya. (radar)