Browse By

Aturan Pencairan PKH Diperketat

BANGIL – Ada sejumlah hal baru dalam pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun ini. Selain nominal PKH bakal di samaratakan, aturan pencairan juga diperketat. Sanksi yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  juga semakin tegas.

Bahkan, tak tanggung-tanggung sanksi dihapus dari KPM juga akan diberikan jika keluarga anak tak disiplin dalam absensi di sekolah. Hal itu diungkapkan oleh Hadi  Prayitno, koordinator PKH Kabupaten Pasuruan.

Hadi mengatakan,  dana pencairan PKH mulai 2017  ini akan disamaratakan. Baik untuk  yang mempunyai hanya 1 anak, 3 anak, termasuk adanya lansia dan disabel di keluarganya. Jika dulu rata-rata pencairan dana PKH di kisaran minimal Rp 112.500 hingga Rp 450 ribu per triwulannya, mulai tahun ini, semua KPM mendapatkan jumlah dana yang sama. Yakni, per tahunnya sebesar Rp. 1.890.000.

Loading...

Dana  itu disebutkan Hadi, akan di berikan sebesar Rp 500 ribu pada triwulan 1-3 dan Rp 390 ribu pada triwulan ke empat. Dengan disamaratakannya dana PKH, otomatis dana yang  di berikan memang lebih besar dari tahun sebelumnya. Namun, Hadi mengatakan, ada aturan  yang lebih tegas dengan penyamarataan dana ini.

“Seperti sanksi jika anak absensinya di bawah 85 persen di sekolah. Maka, dana akan dipending triwulan berikutnya, jadi tidak dapat,” ungkapnya.  Itu pun jika triwulan selanjutnya,  absensi siswa itu sudah di atas 85 persen. Namun, jika sampai 3 kali absensi siswa tak kunjung baik, maka selanjutnya KPM akan dihapus dari daftar penerima PKH.

Hal itu lebih tegas dari aturan tahun  sebelumnya. Jika absensi anak  kurang, nilai bantuan hanya dikurangi 10 persen. “Untuk lansia dan disabel,  memang belum tahu untuk tolok  ukurnya,” jelasnya. (radar)