Browse By

Lagi, Temukan Mayat Mr X di Laut

PANGGUNGREJO – Sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki kembali ditemukan di perairan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Mayat itu sejatinya ditemukan oleh dua nelayan yang baru pulang melaut  pada Sabtu (22/4) petang. Namun, baru bisa di evakuasi pagi kemarin (23/4).

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, mayat itu mulanya ditemukan oleh Manan dan Muhammad. Dua nelayan asal Desa Gerongan, Kecamatan Kraton tersebut, menemukan mayat saat hendak pulang dari melaut pada Sabtu (22/4) petang  di muara sungai Welang.

Namun, saat itu keduanya tak berani mengevakuasi. Mereka  memilih pulang dan melaporkan  penemuan itu ke perangkat desa dan warga. Hingga kemudian  informasi tersebut terdengar sampai ke kepolisian pagi kemarin. Menurut Manan dan Muhammad, mayat tersebut terbawa  arus sungai dari arah selatan.

Loading...

Sehingga, kemarin proses evakuasi terhadap mayat tersebut baru  dilakukan oleh jajaran Polairud Polres Pasuruan dan BPBD Kota  Pasuruan.  Kasat Polairud Polres Pasuruan  AKP Slamet Prayitno mengatakan, pihaknya baru menerima  laporan sejak Minggu pagi.

Proses evakuasi pun dilakukan sejak pukul 11.00 siang kemarin. Evakuasi tak mengalami kendala  apa pun hingga mayat dibawa  ke pelabuhan Pasuruan. “Posisi mayat sebelum dievakuasi dalam keadaan tengkurap, hanya ditemukan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya. Celana dan bajunya juga  masih melekat di tubuh korban,”  terangnya.

Ketika ditemukan, kondisi korban terbilang mengenaskan. Kendati demikian, Slamet mengaku pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian  korban. Sebab, proses identifikasi  masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis RSUD dr R Soedarsono Kota  Pasuruan.

Sesampainya di Pelabuhan Pasuruan, mayat tersebut langsung  dibawa ke Ruang Pemulasaran  RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan visum  etrepertum atas jasadnya.   Dari pantauan koran ini, mayat lelaki itu memang diperkirakan  sudah lama. Usianya diperkirakan kepala empat dengan tinggi badan berkisar 167 sentimeter.

Saat ditemukan, mayat itu mengenakan baju warna cokelat dengan bawahan celana jins biru. Kepala Instalasi Ruang Pemulasaran Nakhrawi mengatakan,  berdasarkan pemeriksaan awal atas mayat tersebut, pihaknya memperkirakan korban telah tak bernyawa sejak empat hari  yang lalu.

“Dengan perkiraan  waktu empat hari berada diambang air, jasad manusia akan lebih cepat mengalami proses  pembusukan,” katanya.  Di sisi lain, Kasatreskrim Polres  Pasuruan Kota AKP Riyanto juga telah menerima laporan terkait  dengan penemuan mayat tersebut.

Ia menegaskan, sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atas mayat tersebut. Terlebih indikasi pembunuhan juga masih belum dapat dipastikan.  “Upaya yang kami lakukan hanya memberikan informasi terkait ciri-ciri korban, yang nantinya  akan disebarkan ke jajaran terkait. Apabila ada keluarga yang merasa kehilangan anggotanya,  bisa langsung diarahkan ke kamar mayat,” tuturnya.

Penemuan mayat tersebut bukan kali pertama. Di perairan yang sama, pada bulan lalu juga telah ditemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas. Sehingga,  terhitung dalam dua bulan terakhir, telah terjadi hal yang sama  sebanyak dua kali. (radar)