Browse By

76 Desa Rawan Longsor

PROBOLINGGO – Sebanyak 76 desa di sembilan kecamatan dari total 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, masuk kategori rawan bencana  longsor. Ini, lantaran di 76  desa tersebut, berada di dataran tinggi.  Dari total 76 desa, Kecamatan  Krucil dan Tiris adalah dua  wilayah yang desanya paling banyak rawan longsor. Terutama saat musim hujan  seperti sekarang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah   (BPBD) Kabupaten Probo linggo Nanang mengatakan, banyak wilayah pedesaan di Kabupaten Probolinggo yang  rawan longsor. “Ada 9 Kecamatan yang masuk rawan  bencana longsor. Data itu, sesuai analisis tahun kemarin (2016),” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Dalam empat bulan terakhir tahun ini, kata Nanang, beberapa kali telah terjadi bencana longsor.  Seperti yang terjadi di jalan Desa/Kecamatan Tiris; Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang; dan terakhir di Desa Wonokerto,  Kecamatan Sukapura.

Loading...

Beruntung, dari sekian kejadian bencana longsor itu tidak sampai  mengakibatkan korban jiwa. Bencana longsor terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo hanya  mengakibatkan timbunan tanah longsor di jalan dan menutup akses jalan.

”Beruntungnya, beberapa longsor yang telah terjadi tidak sampai ada menelan korban. Longsor hanya  mengakibatkan akses jalan terputus.  Tapi, kami sudah langsung berusaha eksekusi membersihkan tanah  longsor,” terangnya.

Terpisah, Camat Sukapura Yulius Christian saat dikonfirmasi mengatakan, longsong yang terjadi di jalan Desa Wonokerto, Sukapura, Sabtu (22/4), sudah langsung ditangani. Sabtu malam tanah longsor sudah bersih tuntas dan akses jalan menuju wisata Bromo kembali dibuka dan lancar  kembali. Itu, dilakukan dengan menurunkan alat berat buldoser milik Dinas PU dan Penataan  Ruang.

”Kami sudah meminta pada Dinas PU untuk menempatkan alat berat buldoser di daerah Sukapura. Paling tidak, selama  libur panjang sekarang ini. Karena khawatir terjadi bencana  longsor kembali,” terangnya. Di sisi lain, pasca longsor Sabtu   lalu, pemerintah daerah menyiapkan loader. Alat berat itu diperuntukkan jika terjadi longsor susulan.

Adapun titik rawan longsor yakni sejauh 5 kilometer dari tem pat longsor tersebut, tepatnya berada di Desa Wonokerto. Di perkirakan sejauh 5 kilometer  di area longsor yang telah terjadi  masih rawan. Longsor susulan dikhawatirkan masih bisa terjadi lantaran alam  tidak bisa ditebak. Termasuk saat  long weekend seperti sekarang,  dimana wisatawan yang berkunjung sangat ramai.

“Loader kami standbykan guna mengantisipasi longsor susulan. Untuk longsor yang Sabtu lalu, Alhamdulillah sudah bisa ditangani dan jalan bisa berfungsi dengan normal kembali,” terangnya. Longsor saat musim liburan  seperti sekarang, akan menjadi  masalah tersendiri. Sehingga,  guna mengantisipasi masalah  itu disiagakan loader.

Dari pantauan koran ini kemarin (23/4), longsor Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura,  Kabupaten Probolinggo, sudah normal. Timbunan tanah yang  awalnya hanya diratakan sementara agar kendaraan bisa melintas  meski harus bergantian, kini sudah disisihkan di tepi jalan.

Sucipto, 28, salah satu pengemudi jip dari Desa Sukapura mengungkapkan. Meski begitu, dia masih khawatir dimungkinkan adanya longsor susulan. Pihaknya berharap jangan sampai  terjadi ketika liburan panjang  seperti saat ini.

Pihaknya juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan menyiapkan alat  berat berupa loader. Sehingga, jika terjadi longsor, dapat segera tertangani. “Bagus ada alat berat (loader) yang dipersiapkan untuk longsor susulan. Mengingat jelang liburan panjang  banyak wisatawan yang datang,” pungkasnya. (radar)