Browse By

Kena HIV/AIDS, Seorang PSK Langsung Drop

BANGIL – Seorang PSK yang terjaring razia Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/4) lalu harus dilarikan ke RSUD Bangil. Perempuan  berinisial S itu dilarikan ke rumah sakit, setelah tiba-tiba drop. Ini, lantaran PSK tersebut terkejut  saat mengetahui mengidap HIV/AIDS.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Tri  Widya Sasongko menyampaikan, kondisi salah  satu PSK yang terjaring razia di sejumlah titik di Kabupaten Pasuruan tersebut, mendadak  drop usai dilakukan pengecekan kesehatan.

Menurut Yudha, ada lima PSK yang dites  kesehatannya usai terjaring razia.  Dari pemeriksaan kesehatan itu, empat di antaranya negatif HIV/AIDS. Sementara, satu PSK terinfeksi HIV/AIDS. PSK yang mengidap HIV/AIDS itulah, yang terpaksa dilarikan ke RSUD  Bangil karena tiba-tiba kondisinya drop.

Loading...

 “Saat pemeriksaan tidak ada masalah. Namun,  tak lama kemudian, tiba-tiba kondisinya drop dan  harus dilarikan ke RSUD Bangil. Entah karena  faktor psikologi ia mengetahui penyakit yang  dideritanya itu atau tidak, kami kurang tahu,” jelas Yudha saat ditemui dalam sidang tipiring di aula  Satpol PP Kabupaten Pasuruan, kemarin (21/4).

Yudha menambahkan, PSK yang mengidap  HIV tersebut akan mendapat pendampingan  dari pihak terkait. Hal ini bertujuan pula untuk  membangkitkan psikologinya agar tidak kian terpuruk. Selain itu,  juga untuk memastikan,  agar yang bersangkutan tidak menyebarkan  dan menularkan virus tersebut ke orang lain.

Dikatakan Yudha, dalam razia pekat yang  dilakukan anggotanya, ada enam PSK yang terjaring. Selain satu di antaranya harus dilarikan  ke RSUD Bangil, satu lagi dikembalikan ke keluarga lantaran hamil tua. Sementara, empat lainnya disidang tipiring.

Kemarin (21/4), keempatnya menjalani sidang tipiring. Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim  PN Bangil Fausi memutus hukuman denda  sebesar Rp 200 ribu subsider 1 hari kurungan  untuk masing-masing PSK. Bila mereka tak   membayar denda itu, artinya mereka harus  menginap di hotel prodeo selama sehari.

“Memutuskan bersalah dan menghukum denda sebesar Rp 200 ribu. Bila tidak membayar diganti hukuman kurungan sehari,” ujar Fausi. Selain menyidangkan perkara PSK, dalam sidang tersebut, sejumlah perkara tipiring juga  disidang. Termasuk sidang bagi PKL ataupun  pelanggar IMB. (radar)