Browse By

Pelaku dan Korban Tidur Sekamar

Kasus Bayi Hasil Hubungan Sedarah

KRAKSAAN – Polres Probolinggo memastikan tersangka Juardi, bapak dari bayi laki-laki yang diakuinya ditelantarkan seorang perempuan di jalan Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, itu dijerat  dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

Hal itu disampaikan Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isana Reny Antasari pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (20/4). “Kami jerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak. Karena korban NN ini masih anak-anak,” katanya.

Loading...

Juardi terancam hukuman penjara 15 tahun karena melanggar pasal 76d juncto pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35/2014 tentang  Perlindungan Anak.  Diketahui, saat dikerjai sang kakak, NN yang masih berusia 18 tahun ini tidak melawan.  Namun, tindakan tersangka Juardi mengerjai NN yang masih kategori anak di bawah umur, melanggar UU.

Selain itu, tersangka  Juardi juga berusaha menghilangkan atau menyembunyikan bayi  hasil hubungan mereka.  Bripka Isyana Reni mengatakan, kondisi psikologi korban sendiri sejauh ini stabil. Saat dilakukan pemeriksaan, korban NN didampingi psikolog dari Pos Pelayanan Terpadu (PPT) polres.

“Psikisnya baik. Korban NN tidak  sampai trauma, mungkin karena masih anak-anak. Jadi,  belum berpikir terlalu jauh,”  katanya.  Kanit PPA menjelaskan, hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka  Juardi maupun korban NN, hubungan intim sedarah itu terjadi saat  malam hari.

Mereka mengaku tidur  bersama di satu kamar. Di dalam rumah tersebut, ada dua kamar. Namun, hanya satu  kamar yang digunakan untuk tidur. “Dalam rumah itu, hanya ada tersangka Juardi, NN, dan  orang tua laki-laki. Sedangkan  ibu mereka sudah meninggal  lama,” terangnya.

Nah, karena selalu tidur bersama, hubungan terlarang itu  akhirnya terjadi. Tidak ada perlawanan dari NN. Karena NN masih anak-anak, dengan SDM yang tergolong rendah. “Di sisi lain, NN beranggapan Juardi merupakan tulang punggung  keluarga. Sehingga, NN mau dan  nurut saja. Status tersangka Juardi itu sendiri pernah menikah  tapi cerai,” terangnya.

Di sisi lain, meski orang tua bayi sudah diketahui, namun polisi memutuskan untuk menitipkan bayi itu di RSUD Waluyojati Kraksaan. Sebab, di rumah NN sendiri dikhawatirkan malah  tidak terawat. Mengingat, orang  tua Juardi dan NN, dalam kondisi tidak sehat dan shock atas  kejadian yang menimpa dua  anaknya.

“Kalau psikis NN baik- baik saja. Yang shock itu malah bapak NN,” ungkapnya.  Sementara itu, Humas RSUD Waluyojati Kraksaan Sugianto mengatakan, kondisi bayi yang disebut ditemukan di tepi jalan  itu, masih dirawat di ruang bayi (NICU). Sejauh ini, perkembangan  kondisi bayi itu tetap membaik.

”Masih ada di ruang NICU dan kondisinya baik,” tuturnya.  Diberitakan koran ini sebelumnya, teka-teki bayi malang itu terungkap ketika polisi melakukan pendalaman. Akhirnya di-  ketahui, jika Juardi lah bapak bayi tersebut.

Juardi sengaja  membuat skenario itu karena malu pada tetangga. Sebab, bayi laki-laki itu merupakan hasil hubungan gelap dengan adik  kandungnya sendiri, NN, 18.  Atas perbuatan itu, Polres Probolinggo sudah menetapkan  Juardi sebagai tersangka dan  menahannya.

Juardi menggauli NN sudah lama. Orang tua  mereka baru tahu setelah menyadari perubahan fisik pada NN. Kira-kira saat usia kandungan NN memasuki 5 bulan.  Namun, keluarga tidak ingin  bayi itu digugurkan.

Sementara, keluarga malu atas kehamilan dari hubungan sedarah itu. NN melahirkan bayinya tidak di puskesmas, melainkan di rumahnya melalui pertolongan dukun bayi. Tersangka Juardi  menyetubuhi NN dengan iming- iming dibelikan sebuah barang. (radar)

Incoming search terms:

  • kasus hubungan sedarah
  • akp kukuh junar efendi
  • Kasus tidur sekamar dgn adik kandung