Browse By

Lagi, Buruh Lurug Pabrik Karoseri

Mediasi Tak Menemukan Kata Sepakat

SUKOREJO – Ratusan buruh yang tergabung dalam SPSI Kabupaten Pasuruan, kembali mendemo pabrik karoseri milik PT Karya Tugas  Anda, di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, kemarin (20/4). Aksi demo itu menuntut kompensasi yang layak bagi 28 karyawan  yang di-PHK oleh perusahaan.

Pendemo juga melakukan orasi saat  tiba di depan pabrik. Seperti aksi-aksi sebelumnya, tuntutan yang disuarakan buruh tak berubah. Mereka  menuntut pabrik mempekerjakan kembali rekan mereka yang di PHK,  sekaligus mengangkat jadi karyawan  tetap. Pasalnya, 28 orang yang di-PHK itu telah bekerja rata-rata 6 tahun.

Loading...

“Aksi demo ini akan terus kami  lakukan ke pabrik. Kita tak pantang menyerah hingga tuntutan disetujui dan diiyakan perusahaan. Tuntutan kami sangat normatif dan  tidak bisa ditawar,” ucap Wahyudi,  Ketua SPSI Kabupaten Pasuruan.

Apabila perusahaan tidak mau memenuhi tuntutan tersebut,  maka perusahaan wajib memberi  pesangon yang pantas. Sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Yakni, per orang diperkirakan menerima pesangon sekitar Rp 45 juta.

“Kalau tidak ingin memperkerjakan kembali dan diangkat  sebagai karyawan tetap, harusnya perusahaan memberi pesangon yang pantas sesuai undang-undang. Selama ini, hal itu tidak dilakukan perusahaan,”  jelasnya.  Akhirnya, pihak perusahaan membuka dialog dengan mengundang perwakilan untuk masuk  ke dalam perusahaan.

Dalam  pertemuan itu, pimpinan perusahaan didampingi kuasa hukumnya, bertemu langsung dengan perwakilan buruh dari SPSI. Sayangnya, dalam pertemuan itu juga tak ada kata sepakat. Terpisah, manajemen PT Karya Tugas Anda melalui kuasa hukumnya, Erdijanto Wahjoedi  mengatakan, keputusan perusahaan dengan memecat 28 karyawan, dianggap sudah sesuai dengan aturan.

Bahkan, perusahaan siap menyelesaikan persoalan ini di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). “Kami masih melakukan proses mediasi. Kami  menunggu selesai dulu. Jika hasilnya tetap buntu, perusahaan tetap dalam pendiriannya. Kita akan tempuh jalur lewat PHI,” tegasnya.

Selama aksi unjuk rasa berlangsung, ruas jalan nasional  dari dua arah sekaligus mengalami kemacetan panjang hingga berjam-jam lamanya. Hal itu  disebabkan buruh yang berdemo meluber ke jalan. Sehingga, petugas terpaksa melakukan  contra flow, agar kendaraan yang melintas tetap bisa lewat. (radar)

Incoming search terms:

  • spsi pasuruan