Browse By

Kali Keempat, Segel Pabrik Plastik

PANGGUNGREJO – Pabrik pengolah limbah plastik yang berada di Jalan MT Haryono, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kembali disegel oleh Dinas Pol PP, kemarin (20/4). Penyegelan yang   dilakukan itu bukan  pertama kalinya, melainkan sudah kali  keempat.

Bahkan, sebelum disegel, Wali Kota Setiyono sempat meninjau pabrik tersebut. Penyegelan kembali dilakukan karena pabrik tersebut masih tetap beroperasi. Bahkan, larangan yang dikeluarkan oleh pemkot setempat terkesan tak digubris. Padahal, izin produksi yang dilakukan di pabrik itu, tak kunjung diajukan.

Wali Kota Setiyono meninjau lokasi pabrik didampingi sejumlah Kepala Organisasi  Perangkat Daerah (OPD) terkait.  Seperti, Dinas Perindustrian  dan Perdagangan (Disperindag),  Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub),  dan Dinas PU.

Loading...

Upaya penyegelan tersebut sempat ditunda lantaran pemilik meminta waktu untuk mengosongkan  isi pabrik. Hal itu pun disetujui  Setiyono. Penyegelan kemudian dilakukan pada pukul 17.00.  Kabid Trantib Dispol PP Kota  Pasuruan Nur Fadholi mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat petunjuk dari wali kota dalam rapat yang dilakukan dengan OPD terkait.

“Ini, sudah penyegelan terakhir. Kalau tetap beroperasi, akan dipidanakan,”  terangnya. Menurut Fadholi, aktivitas produksi yang dilakukan pabrik  tersebut memang tak mengantongi izin. Belum lagi dampak  lingkungan yang diakibatkan aktivitas produksi daur ulang plastik yang meresahkan warga.

Sebelum menyegel gerbang pabrik, pihak pabrik telah membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan. Isinya, soal  pelarangan aktivitas produksi. Budi Santoso, koordinator pabrik tersebut mengatakan, pihaknya tak keberatan dengan  penyegelan tersebut. Ia juga mengaku, bahwa sejatinya izin pabrik tersebut memang diperuntukkan sebagai gudang penyimpanan barang.

“Karena memang  kebutuhan untuk melakukan aktivitas produksi, akhirnya dijadikan tempat produksi juga,”  ungkapnya. Dengan penyegelan itu, aktivitas produksi di pabrik tersebut otomatis berhenti. Tentu, hal ini  berimbas pada 25 karyawan yang  pekerjaannya dihentikan sementara.

Namun, Budi menuturkan  bahwa saat ini pihaknya tengah  mengupayakan lokasi baru untuk pabrik tersebut. Ia juga menegaskan, bahwa  dalam pemindahan lokasi pabrik tersebut, ia tetap memprioritaskan karyawan lama.

“Kalau  memang lokasi yang baru nanti dapat dijangkau oleh karyawan  lama, akan kami masukkan kembali,” jelasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • nonton vidio bokep anak sekolah