Browse By

Diduga Menipu, Warga Polisikan Kades

SUMBERASIH- Salah seorang kepala desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, di polisikan warganya, kemarin.  Pasalnya, kepala desa berinisial  S itu diduga telah melakukan penipuan terkait akta jual beli  tanah seluas 1 hektare.

Adalah Holili, 42, warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang membuat laporan ke Polres Probolinggo Kota. Menurutnya, tanah warisan itu  atas nama almarhum Sekar Anom.  Sedangkan, Sekar Anom memiliki 3 anak, salah satunya dirinya.

Selama ini tanah itu dikelola oleh  pamannya yang berinisial L, 82. Namun, oleh sepupunya yang berinisial Sa, tanah itu dijual kepada seorang warga berinisial  Yt seharga Rp 90 juta. Dalam proses jual-beli itu, juga terbuat  akta jual-beli yang ditandatangani  Camat Sumberasih, pada 31 Maret 2016.

Loading...

Persoalannya, kepala desanya mengajukan akta jual-beli pada camat. Padahal, menurutnya, kadesnya mengetahui sertifikat tanah itu masih ada. “Kades saat menghadap ke camat pura-pura tidak tahu jika sertifikat itu ada. Sehingga, camat menandatangani akta jual-beli ini. Akta jual-beli ini saya dapatkan dari ibu Yt yang membeli tanah  itu,” ujarnya.

Mengetahui adanya akta jual- beli itu, pihaknya mengurus pada  pihak kecamatan dengan menunjukkan sertifikat asli. Pada 12 April 2017, pihak kecamatan  menerbitkan surat pencabutan akta jual-beli. “Setelah pihak kecamatan mengetahui ada sertifikat itu, pihaknya meminta maaf dan menerbitkan surat pencabutan akta jual-beli itu. Camat sendiri merasa tertipu oleh kadesnya,” ujarnya.

Terpisah, Camat Sumberasih Ugas Irwanto mengaku, pihaknya sudah mengumpulkan orang  yang terlibat dalam kasus ini.  Setelah itu, didapati bahwa yang berbohong kades berinisial S.  “Pengajuan kepala desa secara  prosedural terkait syaratnya juga sudah lengkap. Sehingga, kami  juga mengeluarkan akta jual-beli itu. Kemudian, setelah mengetahui masalah ini kami cabut akta jual-beli itu,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo telah berusaha menghubungi terlapor. Namun, ketika dihubungi melalui sambungan selulernya sampai tadi malam, belum berhasil dikonfirmasi. Dari dua nomor selulernya, salah satunya tidak  aktif dan satunya lagi tak merespons.

Sedangkan, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Suwancono mengakui jika ada laporan kasus  ini. Namun, pihaknya belum  melihat secara langsung berkas laporannya. “Saya belum menerima laporan yang sudah digelar,” ujarnya. (radar)