Browse By

Hendak Buang Janin, Ditangkap

Bermula dari Kecurigaan Polisi saat Razia Kendaraan

KRAKSAAN – Agus Muhammad Sukron, 19, warga Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, harus meringkuk di tahanan Mapolres Probolinggo. Itu, setelah ia diamankan polisi pada Senin (17/4)  malam lalu, saat hendak membuang janin  hasil hubungan gelap dengan DK, 20, kekasihnya.

Diamankannya Agus–sapaan akrabnya–,  bermula dari razia kendaraan bermotor yang dilakukan aparat gabungan Polres Probolinggo dan Polsek Leces.  Razia rutin itu dilakukan sekitar pukul 21.00 di Jalan Raya  Leces, tepatnya di depan Mapolsek Leces.

Loading...

Kapolsek Leces AKP Sugeng Wikhanto mengatakan, razia  malam itu merupakan razia rutin yang dilakukan untuk mencegah aksi kriminal. “Operasi gabungan ini memang tiap hari dilakukan. Namun, di beberapa titik, tidak hanya terpusat di depan Polsek saja,” terangnya.

Saat itu, Agus yang mengendarai motor juga tak lepas dari razia tersebut. Polisi saat itu melihat Agus membawa bungkusan plastik kresek warna hitam. Karena curiga dengan isi tas kresek itu, polisi menanyakannya pada Agus.

Semula, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang  servis ponsel itu, tak mengakui  jika isi plastik itu adalah janin. Namun, polisi tetap melakukan  pemeriksaan. Sontak petugas   kaget karena isi plastik itu ternyata janin. Diperkirakan, usia janin itu sekitar 4 bulan.  

“Dari gerak geriknya mencurigakan. Akhirnya setelah petugas menanyakan pada Agus  tentang isi dalam kresek, Agus mengungkapkan bahwa di dalamnya terdapat janin. Walaupun  sebelumnya sempat berkelit,” katanya.

Dari situlah, polisi kemudian mengamankan Agus dan menginterogasinya. Sampai akhirnya,  pria yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu, mengakui kalau orok atau janin tersebut  milik DK, warga Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Tak berhenti sampai di situ,  sekitar pukul 22.00, polisi langsung bergerak ke rumah DK. Saat mengetahui ada polisi, keluarga  DK sempat bertanya-tanya. Ketika disampaikan persoalan janin itulah, baru keluarga DK   paham. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di kamar DK.

Keluarga semakin yakin  karena di kamar itu ditemukan kain bekas darah dan pembalut wanita. DK kemudian dibawa polisi ke  Mapolsek Leces untuk menjalani pemeriksaan. Namun, karena kondisinya melemah, ia  dilarikan ke Puskesmas Leces  untuk menjalani perawatan.  

“Sempat mau digugurkan ke tukang jamu. Namun, tukang  jamunya tidak mau. Sehingga,  dipilihlah obat penggugur kandungan,” ujar AKP Sugeng. Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo.

Saat ditemui di  ruangannya, Kanit PPA Polres  Probolinggo Bripka Isana Reny  Antasari mengungkapkan, polisi menetapkan Agus sebagai  tersangka atas kasus tersebut. “Setelah kami lakukan pemeriksaan intensif, kami menetapkan status tersangka buat Agus.  Tidak menutup kemungkinan DK juga jadi tersangka, tapi  kami harus lakukan pemerikasan  dulu,” ujarnya.

Hingga kemarin, DK masih belum diperiksa lantaran kondisinya melemah. Diduga, ia mengalami pendarahan dan harus mendapatkan perawatan  di rumah sakit. Informasi yang   dihimpun koran ini, DK sudah dibawa ke RSUD Waluyo Jati,  Kraksaan.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit PPA, kandungan DK yang digugurkan itu berusia 4 bulan. Tersangka Agus ini memberikan uang pada DK untuk  membeli obat penggugur kandungan. Bahkan, tersangka memberikan uang total Rp 1,4 juta.  Uang itu diberikan dua kali, masing-masing Rp 700 ribu.

 “Upaya menggugurkan kandung  itu sudah sekitar satu bulan lalu. Uang pertama dari tersangka Agus diserahkan pada DK awal  bulan kemarin sebesar Rp 700  ribu. Kemudian, tersangka memberikan uang lagi sebesar Rp 700  ribu pada awal bulan ini,” ungkapnya.

Nah, DK membeli obat kandungan itu sebesar Rp 700 ribu dan  mendapatkan 20 butir pil obat  penggugur kandungan. Kemudian, DK sendiri berusaha menggugurkan kandungan itu dengan meminum obat. Tak tanggung- tanggung, sekali minum DK  menelan 6 sampai 14 butir pil.

“Reaksi obat itu baru terjadi Senin malam itu. DK menggugurkan kandungannya di kamar  rumahnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Agus Muhammad Sukron mengaku,  menjalin hubungan dengan DK sejak 7 bulan lalu. Namun, keduanya baru memutuskan berpacaran 3 bulan sesudahnya. Setelah itu, hubungan keduanya  semakin intim.

Sampai kemudian, kedua pasangan tanpa ikatan pernikahan ini  melakukan  hubungan badan beberapa kali.  Hubungan badan dilakukan  keduanya saat berada di rumah Agus, yakni di Desa Tanggul  Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

Hingga kemudian, DK telat datang bulan dan  dipastikan berbadan dua.  Kepada koran ini, Agus mengaku tak ingin menggugurkan kandungan tersebut. Ia menegaskan  akan bertanggung jawab dengan menikahi DK. Namun, sang kekasih melarang Agus untuk menceritakan kondisi itu pada orang  tuanya.

Alasannya, orang tua DK memiliki penyakit jantung. Sehingga, diputuskan untuk menggugurkan kandungan itu. Karenanya, Agus menyediakan  duit untuk membeli obat penggugur kandungan itu. “Saya tidak tahu beli obat penggugur kandungan itu dimana. Yang pasti, dia  (DK) minta uang ke saya. Pertama Rp 700 ribu, saya berikan  saat gajian tanggal 5 April. Kemudian minta kedua kali, saya berikan lagi,” ungkapnya.

Total  ia memberi uang untuk menggugurkan janin itu Rp 1,4 juta. Pria yang sehari-hari indekos di Jalan Mastrip, Kelurahan/  Kecamatan Kanigaran, itu tidak  mengetahui proses aborsi yang dilakukan DK. Saat itu, sekitar  pukul 20.00, ia diminta datang  ke rumah DK.

Sesampai di sana, ternyata DK sudah membungkus  janin itu dengan kresek dan meminta untuk dibuang.  “Rencananya mau saya kubur di pemakaman umum di Jrebeng,  Kota Probolinggo,” katanya.  Namun, kasus itu terbongkar karena dirinya terkena razia  kendaraan bermotor yang dilakukan Polres Probolinggo dan Polsek Leces.

Jawa Pos Radar Bromo sempat mendatangi Puskesmas Leces.  Informasinya DK yang mengalami pendarahan dirawat di puskesmas tersebut. Namun,  petugas puskesmas mengaku  jika DK sudah dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Saat didatangi ke RSUD, pihak rumah sakit malah berkata sebaliknya. (radar)

Incoming search terms:

  • vidio bokep ngenrotin anak kecil