Browse By

Tahap Pertama Terima 8 Ribu Blangko

PURWOREJO – Warga Kota Pasuruan akhirnya bisa mendapatkan KTP elektronik (baca e-KTP). Itu, setelah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kota setempat  akhirnya menerima langko dari Kementerian Dalam Negeri  (Kemendagri).

Sedikitnya Kemendagri memberikan 8 ribu blangko. Blangko e-KTP itu diterima  kemarin. Terhitung sejak hari itu, Dispendukcapil Kota Pasuruan membuka pelayanan pengambilan KTP elektronik kepada warga. Kepala Dispendukcapil Kota Pasuruan Suhairi melalui Kabid Kependudukan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, pelayanan itu dilakukan dengan memperhatikan dua hal yang harus dipenuhi oleh warga.

“Kami memprioritaskan warga yang memegang surat keteragan pengganti KTP dan surat keterangan dengan status Print Ready Record,”  katanya. Penerbitan KTP elektronik itu  merupakan hasil dari pengurusan  warga yang dilakukan sejak Oktober lalu.

Loading...

Kokoh menyebutkan,  hingga hari ini tercatat sebanyak  15.132 warga Kota Pasuruan yang  memiliki surat keterangan pengganti KTP. Sedangkan sebanyak  7.904 warga Kota Pasuruan yang telah dinyatakan lolos dalam  verifikasi Print Ready Record dari  data senter Kementerian Dalam Negeri RI.

“Jadi, penerbitan (e-KTP)-nya  bertahap. Ini masih tahap pertama. Karena proses verifikasi data dari sebagian warga yang  mengajukan KTP masih ber-  langsung di pusat,” imbuh Kokoh. Proses pengajuan itu sendiri  di lakukan dengan mengirimkan  data biometrik saat pengurusan  e-KTP yang dilakukan di kantor. Selain itu, dalam proses verifikasi  juga diperhatikan validasi data warga pengurus e-KTP.

“Dalam verifikasi, kalau warga yang memiliki KTP ganda secara otomatis tidak bisa diterbitkan,” ungkapnya singkat.  Sementara itu, penerbitan  e-KTP tahap pertama ini memang didominasi oleh warga yang  masih baru menerima KTP.

Namun, lanjut Kokoh, ada juga beberapa warga yang mengajukan  perubahan data sehingga KTP perlu diperbarui. Ia juga menuturkan bahwa  dalam pemberian KTP  elektronik  yang baru diterbitkan itu, pihaknya akan menyampaikan pemberitahuan terhadap warga via  layanan SMS.

“Itu, bagi warga yang sempat meninggalkan nomor ponselnya saat pengurusan, tapi untuk warga yang tidak bisa menerima pemberitahuan SMS, kami sampaikan ke petugas kelurahan masing-masing,”  tutupnya. (radar)