Browse By

Lagi, Keluhkan Pabrik Beroperasi

PANGGUNGREJO – Berulang kali disegel, rupanya tidak membuat PT Gas Global, jera. Buktinya, pabrik pengolahan plastik di Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu kembali nekat beroperasi.

Bahkan, segel yang sempat dipasang Satpol  PP kota setempat, sudah dilepas. Belakangan,  operasionalnya pabrik itu, kembali  meresahkan warga. Ini, lantaran warga merasa lingkungan kembali tercemar.  Salah seorang warga setempat, Ani, 38, mengatakan, pabrik tersebut sempat ketahuan kembali  beroperasi tiga hari lalu.

Karenanya, ia lantas melaporkan pada dinas terkait agar pabrik tersebut ditutup saja. Sebab, keberadaannya sangat mengganggu warga setempat. “Aktivitas pabrik telah mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) anak saya yang bersekolah  di sekolah SDN Mandanrejo 1,  yang berlokasi tidak jauh dari pabrik setempat,” katanya.

Loading...

Munir, warga lainnya juga berharap sama. Dia begitu kesal  lantaran pengelola pabrik, rupanya tidak mengindahkan peringatan pemkot. Di sisi lain, dia  juga mengkritisi pemkot lantaran  tak mengambil sikap tegas. Semisal, melakukan penutupan  secara permanen.

Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo kemarin, pabrik tampak sepi. Pintu pagar berwarna hijau, ditutup rapat. Hanya saja, apa yang  disebutkan warga, benar adanya.  Sebab, segel di depan pabrik tersebut sudah tidak terpasang. Tidak ada penjaga di pabrik  tersebut, saat koran ini hendak mencari tahu.

Menurut warga sekitar, pabrik memang sembunyi-sembunyi saat operasional.  Waktunya juga tidak tentu dan tak sesering seperti dahulu, tepatnya setelah beberapa kali  di tegur hingga disegel. Sementara itu, Kabid Kententeraman dan Ketertiban (Trantib)  Dinas Satpol PP Kota Pasuruan  Nur Fadholi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan  dari warga tersebut.

Dan, benar  saja, saat dilakukan pengecekan, pabrik sedang beroperasi dan  segel yang dipasang di depan pintu pabrik sudah dilepas. Karenanya, ia bersama kelurahan setempat lantas menghentikan kegiatan dan kembali menutup pabrik dengan paksa. Sebab, banyak warga yang meminta dan  mengancam jika tidak dipenuhi,  maka mereka akan memberhentikan anak mereka yang bersekolah  di SDN Mandaranrejo I.

Pihaknya bersama kelurahan sudah membicarakan tentang  langkah terkait penanganan  pabrik tersebut. Sebab, pabrik sudah berulang kali diperingatkan, namun tetap tidak mengurus  izin dan nekat beroperasi. Dan,  akhirnya diambil keputusan untuk mengusulkan penutupan  pabrik secara permanen.

“Kami sepakat untuk menghentikan kegiatan pabrik secara permanen. Namun, ini masih sebatas usulan dan akan kami sampaikan ke Wali Kota Setiyono,”terang Nur Fadholi. (radar)