Browse By

Terjatuh, Penjambret Dimassa

GENDING – Aksi penjambretan kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Probolinggo. Sabtu (15/4) malam lalu, aksi dilakukan  di jalan raya depan SPBU Curahsawo Gending. Namun, karena pelaku terjatuh, aksi itu berhasil digagalkan.

Pelaku jambret yang terjatuh dari sepeda motornya, langsung diamuk massa dan dijebloskan ke tahanan Mapolsek Gending. Pelaku yang sempat dimassa  itu adalah Muhammad Arifin,  21, warga Desa Sumberkerang,  Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Sabtu malam itu dia nyaris saja kehilangan nyawanya, kalau saja tak diamankan  petugas. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa  jambret itu terjadi sekitar pukul  21.50. Kejadiannya bermula saat pelaku Muhammad Arifin berboncengan dengan ZA, 16, mengendarai sepeda motor Honda CB150R tanpa pelat nomor dari arah barat menuju timur.

Loading...

Saat  itu, posisi motor dikemudikan pelaku Arifin. Setibanya di Jalan Raya SPBU Curah Sawo, pelaku Arifin melihat  korban Susilowati asal Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo,  yang berboncengan dengan suaminya, Muhammad Hasanuddin.

Pasutri ini mengendarai motor Vega nopol N 5898 QK melaju dari arah barat ke timur. Nah,  saat itu kroban Susilowati membawa tas wanita di lengan sebelah kirinya. ZA, teman pelaku saat itu tidak mengetahui niat pelaku Arifin untuk menjambret  korban.

Kemudian, pelaku Arifin pun langsung memepet motor korban  dari arah kiri dan mengambil tas milik korban sampai tali tasnya  putus. Mengetahui tasnya di jambret, korban Susilowati berteriak  “rampok”. Kemudian, Hasanuddin, suami korban Susi lowati pun  langsung mengejar dan menabrak  sepeda motor pelaku.

Tidak jauh dari lokasi kejadian sekitar 100  meter, pelaku pun terjatuh dari  sepeda motornya. Teriakan korban memantik warga lain berdatangan dan menghakimi pelaku. Hingga  akhirnya, pelaku Arifin dan ZA pun diamankan oleh petugas  Polsek Gending dan Satlantas  Polres Probolinggo yang mendatangi ke lokasi kejadian.

”Barang milik korban yang dijambret pelaku adalah tas wanita warna putih dengan merek Charlis Keith yang berisi 1 buah tablet  Advan Vandroid dan 1 unit smart- phone Samsung warna hitam,” kata Kapolsek AKP Sunaryo saat  dikonfirmasi kemarin.

Kapolsek mengungkapkan, dari  hasil pemeriksaan terhadap Arifin dan ZA, ternyata pelaku Arifin tidak menyampaikan pada ZA  terkait niat untuk menjambret  korban. ZA yang kini dijadikan saksi juga tidak mengetahui, bahkan terkejut saat pelaku Arifin menjambret korban.

”ZA hanya dijadikan saksi karena hasil pemeriksaan pelaku Arifin menerangkan bahwa ZA tidak mengetahui rencana mengambil  tas milik korban. Saat itu, ZA tengah dibonceng di belakang sambil main HP,” terangnya.

Kini, pelaku Arifin masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut. Sebab,  tidak menutup kemungkinan Arifin merupakan pelaku jambret yang biasa beraksi di jalan raya  pantura Probolinggo.  ”Pelaku akan dijerat dengan  pasal 365 KUHP tentang Pencurian  dengan Kekerasan (Curas). Ancaman hukuman maksimal selama 9 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka mengaku dirinya habis dari Alun- alun Probolinggo. Sepeda motornya sengaja tak dipasang pelat  nomor lantaran disimpan di dalam sadel. Niat menjambret  muncul saat melihat korban membawa tas dan kondisi jalan raya sepi serta minim penerangan. Sehingga, lelaki yang pernah di penjara lantaran kasus serupa di tahun lalu itu, langsung nekat menjambret korban.

“Saya ada niat jambret pas lihat  korban di depan. Langsung saya  pepet dan tarik tas korban,” ungkapnya. (radar)

Incoming search terms:

  • penjambret asal sumberkerang gending probolinggo yang di massa di pom curah sawuh gending probolinggo