Browse By

Penerima Raskin Menurun

Turun 11.000 dari Tahun Kemarin

POHJENTREK – Kementerian  Sosial Republik Indonesia sudah  memberikan angka jumlah penerima beras sejahtera (Rastra). Di Kabupaten Pasuruan, jumlah  keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan rastra  alias beras miskin, tahun ini jumlahnya turun tipis.

Dari yang semula berkisar 120 ribu keluarga, tahun ini hanya  menjadi 109 ribu keluarga. Atau, turun sekitar 11 ribu. Adanya penurunan itu dibenarkan Bambang Hariyanto,  Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Bambang yang didampingi  Gunawan, sekretaris Dinsos mengatakan, untuk tahun ini, jumlah keluarga yang mendapatkan  rastra memang turun. Namun,  jumlahnya memang tidak terlalu signifikan. “Memang turun tipis. Tahun  lalu ada sekitar 120 ribu keluarga  dan tahun ini menjadi hanya 109.031 keluarga,” ungkapnya.

Dari data Bulog Malang tahun  lalu, jumlah keluarga yang mendapatkan beras raskin memang sebanyak 120.004 keluarga. Namun tahun ini, data yang didapatkan dari Dinsos Kabupaten Pasuruan memang turun menjadi  109.031 keluarga.

Turunnya jumlah penerima rastra memang kewenangan hak dari Kementerian Sosial. Bambang menambahkan karena rastra ini adalah program pusat, maka data keluarga yang  diberi sudah ditetapkan oleh  Kementerian Sosial.

“Jadi, tanggal 4 April lalu, kami sudah menerima  jumlahnya. Bahkan, nama dan  alamatnya juga sudah ditetapkan  oleh pusat,” ungkapnya. Pemerintah pusat memang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendata keluarga-keluarga yang dikategorikan berhak mendapatkan  rastra.

Nantinya keluarga yang masuk data penerima rastra, bisa menebus beras rastra yang ada  di desa dengan per bulannya sebanyak 15 kilogram beras.  Satu kilogram beras ditebus  dengan harga Rp 1.600. Jauh lebih murah dari harga pasaran.

Karena data KPM baru diterima   awal April ini, maka kuota rastra  bulan Januari sampai April akan tetap dibagikan berkala. “Ini, lantaran kalau kita langsung berikan 60 kilogram untuk 4 bulan,  jelas KPM akan keberatan. Jadi,  rencananya, pertama kami akan  bagikan 2 bulan pertama dulu atau 30 kilogram baru 2 minggu  kemudian sisanya,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya rastra ini, kebutuhan pokok untuk keluarga tidak mampu di Kabupaten Pasuruan bisa terpenuhi. (radar)