Browse By

Trailer Terguling, Pantura Macet

Tiga Buis Beton Hantam Dua Mobil

NGULING – Arus lalu lintas di Jalur Pantura Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kemarin (15/4) sekitar pukul 09.00 WIB, tersendat. Itu, setelah sebuah truk trailer bermuatan tiga buis beton terguling dan muatannya menghantam dua mobil.

Kemacetan arus lalu lintas itu, mengular hingga sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian perkara. Proses evakuasi butuh waktu sekitar 2 jam hingga kondisi  lalu lintas kembali normal. Syukur, tak ada korban jiwa dalam  kecelakaan ini. Tapi, salah seorang  penumpang truk patah tulang.

Loading...

Kecelakaan ini bermula ketika Munadi, 55, warga Kecamatan  Karangtengah, Kabupaten Demak, hendak mengantarkan buis beton ke salah satu perusahaan di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Tiga buis beton itupun diangkut menggunakan truk trailer bernopol B 9988 UEK.

Tapi, kala itu itu Munadi bablas hingga ke Kecamatan Nguling,  Kabupaten Pasuruan.  Karenanya, Munadi berusaha putar balik di depan Markas Komando Latihan Marinir (Makolatmar) di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling.

Di jalan miring itulah, Munadi bersama anaknya, Fatkhur Rizky, 12, mengalami kecelakaan. Itu setelah usahanya memutar kemudi kendaraannya mengalami kendala. Munadi memutar kemudinya secara penuh dengan maksud  sekali putar. Sedangkan, roda  depan truknya sempat memasuki pelataran pertokoan di seberang jalan Makolatmar, yang letaknya agak tinggi.

“Setirnya langsung diputar sekali, tidak mundur dulu. Waktu rodanya sudah naik ke pelataran, truknya sudah agak miring dan langsung digas, jadi ngguling,” ujar seorang  saksi di lokasi kejadian, Rancap. Di saat bersamaan, seluruh  kendaraan dari dua jalur itu berhenti.

Tak terkecuali dump truck yang dikemudikan Arif, 43, warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Juga Grandmax yang dikemudikan Ikrom, warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang.  Saat itu, dua kendaraan itu sama-  sama melintas dari arah Pasuruan menuju Probolinggo.

“Melihat  ada trailer putar balik, saya berhenti. Nggak tahunya ngguling dan buisnya nggelinging ke arah truk saya. Saya langsung rem penuh,  khawatir mengenai mobil lain di belakang,” ujar Arif. Hal senada disampaikan Ikrom.

Menurutnya, saat itu kendaraannya yang berada di lajur kiri juga menjadi sasaran menggelindingnya buis beton berdiameter 3,5 meter itu. Syukur, secara spontan ia memundurkan pikapnya menghindari buis yang  mengarah kepadanya.  Namun, santapan buis itu tetap tak dapat dihindari. Bagian depan sisi kiri pikapnya ringsek akibat “tercium” buis beton yang langsung masuk sungai.

Sedangkan, satu buis beton lainnya menggelinding dan berhenti di tepi gerbang Makolatmar. Akibat kejadian ini, menyebabkan lalu lintas di jalur pantura itu mengular panjang. Diperkirakan, kemacetan sempat terjadi hingga  2 kilometer.

Tak lama kemudian, anggota Unit Laka Lantas Polres  Pasuruan Kota tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung berusaha melakukan evakuasi. Namun, proses evakuasi butuh  waktu sekitar 2 jam hingga lalu lintas kembali normal.

Akibat kejadian ini, Fakthur mengalami patah tulang pada tangan kirinya. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Grati sebelum dirujuk ke RSUD dr. R.  Soedarsono Kota Pasuruan. Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda Heri Purnomo mengatakan, pihaknya tengah  memeriksa ketiga sopir kendaraan dan sejumlah saksi.

“Proses evakuasi juga masih berlangsung agar tak mengganggu pengguna jalan lain. Kendaraan yang  terlibat sudah diamankan bersama dengan sopirnya,” ujarnya, kemarin. (radar)