Browse By

Rawan, Rekonstruksi Dilakukan di Mapolres

BANGIL – Kasus penembakan dan percobaan pembunuhan pada MYD, 13, warga Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, direkonstruksi Satreskrim Polres Pasuruan, kemarin (15/4). Ada sekitar 25 adegans yang diperagakan oleh M. Gofar, tersangka peristiwa tersebut.

Rekonstruksi berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 10.45 pagi kemarin. Tersangka, M. Gofar, 25, yang juga satu desa dengan korban, memperagakan adegan demi adegan. mulai penembakan sampai dibuangnya korban di Sungai  Porong, Sidoarjo.

Beberapa adegan sempat ditambahi tersangka. Sehingga adegan semula yang berjumlah 19, bertambah menjadi 25 adegan.   Penambahan adegan itu seperti, pelaku sempat memberikan senapan ke saksi Mb. Termasuk adegan menunggu sepeda, dan saat korban dibawa ke gubuk di desa setempat.

Loading...

“Namun adegan yang ditambahi ini, tidak merubah hasil penyelidikan,” terang Iptu Maryana, Kanit 1 Reskrim Polres Pasuruan.  Maryana mengatakan, rekonstruksi kasus penembakan di Winongan ini sebagai pembuktian berkas persidangan. Saat rekonstruksi berlangsung, tersangka juga didampingi  pengacaranya.

“Untuk 2 saksi dan korban yang usianya masih SD, sengaja diperankan oleh model. Ini lantaran  saksi saat ini masih sekolah, sedangkan korban sendiri masih syok dan tetap harus kontrol ke RS Saiful Anwar,” ungkapnya.

Dua saksi, yaitu teman korban, adalah Mb dan juga AY. Rekonstruksi sengaja tak dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), melainkan di Mapolres Pasuruan, karena dikhawatirkan menimbulkan gejolak. Terlebih, korban dan pelaku masih satu kampung.

“Mengingat kerawanan lokasi, termasuk di desa setempat dan di Porong, jadi rekonstruksi kita lakukan di Mapolres Pasuruan,” ungkapnya.  M.Gofar sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 5 April  lalu. Tersangka dikenakan pasal berlapis.

Yakni, pasal 53 juncto pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana   subsidair pasal 369 KUHP juncto  pasal 80 UU RI nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.  Memang, penembakan yang dilakukan tersangka tidak direncanakan.

“Namun yang memberatkan adalah dibuangnya tersangka ke Sungai Porong. Sehingga masuk dalam pembunuhan berencana,” terangnya.  Saat ini M. Gofar ditahan di Mapolres Pasuruan. Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah,  sepeda motor tersangka, senapan, dan juga peluru gotri yang tertembak di kepala korban.

Diberitakan koran ini sebelumnya, 29 Maret lalu, MYD yang tengah bermain terkena tembakan yang dilepaskan M Ghofar.  Saat itu, Ghofar meminta agar Fuad tak mengikutinya. Untuk  menakut-nakutinya, tersangka  menodongkan senapan anginnya ke arah korban.

Maksud awalnya,  hanya bercanda. Karena merasa  tak ada peluru gotri di dalam   senapan angin tersebut, tersangka pun menarik pelatuk.  Namun, betapa terkejutnya  tersangka. Karena saat pelatuk senapan angin itu ditarik, suara  letupan menyeruak keras dari  pucuk senjata yang dipegangnya.

Letupan itu pun diikuti gotri yang  langsung bersarang di kepala sisi kiri korban. Saat itu, MYF masih sadarkan diri. Seketika itu darah keluar dari kepalanya. Hal itu membuat tersangka panik. Tersangka pun kemudian  membawa korban ke Puskesmas  Winongan.

Pihak puskesmas pun mengarahkan agar korban dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi pengambilan gotri.  Sayang, bukannya dibawa ke rumah sakit, korban justru dibawa pulang ke rumah tersangka. Karena takut menjadi bahan amarah orang tua korban, tersangka pun memilih untuk menangani sendiri.

Ia memandikan korban dan mengajaknya berjalan-jalan. Hingga malam tiba. Tersangka tak kunjung mengantarkan korban ke rumah sakit ataupun pulang ke rumahnya. Ghofar mengajaknya untuk diantarkan pulang.

Namun, MYF dibuatnya bingung. Sebab, perjalanan yang mereka tempuh dengan motor milik Ghofar itu, terasa sangat jauh. Hingga saat ia meminta turun lantaran ingin buang air di tepi sungai. Saat itulah korban didorong ke Kali Porong.

Saat itulah, ia memperjuangkan  hidupnya di tengah derasnya arus sungai Porong. Setelah beberapa  jam terombang-ambing arus  sungai, tubuh Fuad menepi dengan sendirinya tepat saat menjelang Subuh. Dengan tenaga yang masih tersisa di tubuhnya, Fuad pun menyusuri tepian sungai dan berusaha mencari orang untuk dimintai pertolongan.

Hingga kemudian ia ditolong oleh warga setempat dan diantar ke rumahnya. Karena lukanya parah, korban dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang untuk mengambil peluru yang bersarang di  kepala korban. Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan polisi setelah mendengar keterangan korban. (radar)