Browse By

Dikirimi Banjir, Ribuan Rumah Tergenang

GADINGREJO – Tingginya curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kabupaten Pasuruan kembali membuat  sejumlah sungai di Kabupaten dan  Kota Pasuruan, meluap. Jumat (14/4) lalu, sedikitnya empat kecamatan di  Kabupaten dan Kota Pasuruan terkena  dampak luapan sungai.

Empat kecamatan itu, di antaranya  tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan.  Yakni, Kecamatan Winongan, Gondangwetan, dan Kecamatan Kraton. Sedangkan, di Kota Pasuruan ada Kecamatan  Gadingrejo. Meski hanya satu kecamatan, dampak banjir di Kota Pasuruan, cukup terasa.

Se bab, di tiga RW di Lingkungan Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan,  ada 1.500 rumah warga yang tergenang air banjir. Ketinggiannya, beragam,  ada yang sampai 1,5 meter. Sedangkan, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasu ruan, air sampai meluber ke Jalur Pantura.

Loading...

Jumat (14/4) sekitar pukul  24.00 WIB, genangan air banjir dengan keting gian 20 sentimeter masih menggenangi sepanjang jalur Pantura. “Laporan yang kami terima, hujan mulai turun di kawasan Sukorejo, Purwosari, Purwodadi, dan Lawang  mulai pukul 3 sore (15.00 WIB). Tiga jam kemudian aliran dari Sungai Welang sudah sampai di Karangasem.  Bertambahnya ketinggian mencapai  10 sentimeter per menit,” ujar Kepala  BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah,  kemarin.

Air yang tak tertampung di sungai itu mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB. Seiring waktu, air berangsur naik. Hingga Jumat (14/4), pukul 24.00 WIB, genangan air banjir masih belum juga surut di Lingkungan Karangasem.

Sementara di Desa Tambakrejo, luapan air banjir masih menggenangi ruas jalan raya. Sehingga, menyebabkan kondisi lalu lintas melambat. Air baru surut Sabtu  (15/4), sekitar pukul 04.00 WIB. Meski banjir sampai menggenangi rumah warga, tidak ada warga yang  sampai mengungsi. Mereka memilih tetap tinggal di rumah masing-masing.

Sebab, banjir yang sudah menjadi  langganan di kawasan ini membuat warga lebih waspada. Sejumlah kendaraan juga masih diperbolehkan  melintas di Jalur Pantura, meski jalan di genangi air. BPBD Kota Pasuruan juga telah  membuka dapur umum yang bagi warga terdampak banjir. Itu selalu  dilakukan bila banjir terjadi.

“Setelah mendapat laporan tingginya curah hujan di kawasan hulu, kami sudah  mempersiapkan dapur umum.  Setidaknya agar lebih meringankan beban warga terdampak,” ujar Kasi  Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota  Pasuruan, Wasono Catur Aldoko. (radar)