Browse By

Berhenti di Lampu Merah, Sri Puji Lestari Tewas Disasak Truk

PASURUAN – Kecelakaan maut terjadi di simpang empat niaga raya, Jalan Raya Soekarno Hatta, Kota Pasuruan, Jumat (14/4)  malam. Sri Puji Lestari, 37, disasak sebuah  truk tangki di lampu merah simpang empat  itu, saat dibonceng suaminya menggunakan  sepeda motor.

Korban warga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itupun tewas seketika di lokasi kejadian. Jenazahnya dibawa ke Ruang Pemulasaran RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Sementara suaminya, Sukandar, 43, dilarikan ke rumah sakit yang sama untuk mendapat perawatan medis.

Ipda Heri Purnomo, Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan Kota menjelaskan, sebelum kecelakaan, pasangan suami istri ini mengendarai motor Honda Vario bernopol N 4039 XH dari arah Surabaya-Pasuruan. Sukandar menyetir dan korban dibonceng.

Loading...

Sampai di simpang empat niaga raya, traffic light menyala merah. Mereka pun berhenti. Di saat bersamaan, sebuah truk  tangki dengan nopol AD 1570  TA yang dikemudikan Sukeri, 56, warga Desa Pacentan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten  Bangkalan, melaju dari belakang mereka.

Sampai di lampu merah, truk tangki berusaha berhenti. Namun, diduga, rem kendaraan tersebut blong. Alhasil, Sukeri tak mampu mengendalikan laju kendaraannya.  Truk tangki pun menyasak motor yang dikemudikan Sukandar  dari belakang.

Korban yang dalam posisi di bonceng pun tertabrak lebih dulu. Dia langsung meninggal di  lokasi kejadian dengan luka cukup  parah, lantaran terdorong truk. Sementara Sukandar hanya mengalami luka ringan pada kaki.

“Petugas tiba beberapa saat setelah kecelakaan di lokasi kejadian. Olah TKP langsung kami  lakukan, berikut mengevakuasi kedua korban,” terangnya. Sementara Sukeri, sopir truk  tangki yang diduga menjadi penyebab kecelakaan itu, turut diamankan petugas. Berikut  motor korban dan truk tangki  yang terlibat kecelakaan. Sopir kini tengah dalam proses penyidikan di Unit Laka Lantas Polres  Pasuruan Kota.

“Sopir truk tangki dinilai lalai, karena memaksakan perjalanan saat kondisi kendaraan tidak memungkinkan. Yaitu, rem kendaraan tidak berfungsi,” pungkas  Ipda Heri Purnomo. (radar)