Browse By

20 Hektare Padi Terserang Wereng

KADEMANGAN – Sejumlah petani padi di Kota Probolinggo, belakangan ini gundah. Sebab, mereka terpaksa harus memanen dini tanaman padinya karena terserang hama wereng. Tak ayal, kondisi ini berdampak pada  pendapatan petani yang menurun  drastis.

Seperti diungkapkan salah seorang petani asal Kelurahan  Sumbertaman, Kecamatan  Kedopok, Aris, 45. Menurutnya, hama wereng menyerang padi sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Ini diakibatkan faktor pergantian cuaca.

“Cuacanya  tidak menentu, kadang panas,  kadang hujan. Ini yang menyebabkan wereng tumbuh dan berkembang pesat,” ujarnya.  Menurutnya, sejauh ini pihak  pemerintah belum ada tindakan, baik berupa penyuluhan penggunaan pestisida antihama atau  yang lainya. Sehingga, padi yang mestinya dipanen ketika usianya  sudah menapai 3-4 bulan, terpaksa dipanen ketika masih berusia 2,5 bulan.

Loading...

“Jika tidak di panen sekarang, nanti malah makin habis. Saya yang biasanya mendapatkan 12 kuintal dalam 1,5 hektare, sekarang diperkirakan  hanya 3 kuintal,” ujarnya.  Hal senada diungkapkan Sholeh, 35, warga setempat.

Menurutnya,  banyak padi yang terpaksa dipanen  muda karena terserang wereng. “Wereng ini secara khusus menyerang padi. Lihat di sisi kanan-kiri, banyak yang ter paksa panense belum waktunya karena terkena  hama,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertania  (Kadisperta) Kota Probolinggo Sukarning Yuliastutiki mengungkapkan, hama wereng yang menyerang padi dialami sejumlah petani di Jawa Timur. Karenanya, Pemerintah Provinsi menggelontor  bantuan 500 liter pestisida antihama untuk setiap kecamatan.

Menurut Sukarning, sejauh ini di Kota Probolinggo ada sekitar 20 hektare padi di Kecamatan  Sumberasih dan Kademangan,  yang terserang wereng. Namun, pihaknya sudah memberikan asuransi kepada petani yang mengikuti asuransi pertanian. Besarnya,  Rp 6 juta per hektare.

“Yang masuk dalam asuransi sudah sekitar 100 hektare sawah. Karena itu subsidi, maka petani cukup mengansuransikan sawahnya tiap hectare dengan membayar Rp 40 ribu,” ujarnya. Pihaknya juga menegaskan, bahwa antihama bisa diberi ketika tanaman padi masih muda dan belum terserang. Jika sudah terserang, salah satu upaya yang bisa dilakukan  dengan memanennya meski belum  waktunya. (radar)