Browse By

Warga Protes Bau Pabrik Pakan Ternak

Pabrik Tegaskan karena Mesin Rusak

GEMPOL – Tidak tahan dengan bau tak sedap dari sebuah pabrik pakan, warga dari Dusun Patuk dan Kisik, Desa/Kecamatan Gempol, protes. Perwakilan warga pun diundang ke Mapolsek Gempol untuk melakukan mediasi dengan  pabrik, yaitu CV Has Dan Son.

Mediasi dilakukan kemarin siang (11/4) dengan dihadiri Muspika Gempol. Hadir pula direktur dan komisaris CV Has  Dan Son. Camat Gempol M. Ridwan yang juga hadir menyebut, pertemuan sengaja digelar di Mapolsek Gempol sebagai media klarifikasi antara perwakilan warga dengan penanggung jawab pabrik pakan ternak.

Loading...

Klarifikasi dimulai dengan penyampaian keluhan dari warga.  Afif, 49, perwakilan warga Dusun  Patuk menerangkan, bau kurang sedap dari pabrik pakan ternak itu sejatinya sudah cukup lama tercium di Dusun Patuk dan K sik.

Tapi, puncaknya terjadi pada  Minggu (9/4) sore hingga malam  hari. Baunya sangat menyengat. Sehingga, sejumlah warga dari  dua dusun sempat melurug  pabrik. Namun, warga gagal masuk ke pabrik. Mereka dihadang petugas keamanan pabrik.  Warga pun balik ke rumah masing-masing. Hingga akhirnya di gelar mediasi, kemarin.

“Baunya kayak bangkai. Akhirnya warga protes. Tuntutan warga, tidak boleh ada bau yang muncul dari pabrik,” ucapnya. Hal senada diutarakan Kasiadi,  warga Dusun Kisik. Dirinya menegaskan, bau tak sedap yang muncul sudah tak dapat di toleransi lagi. Jika bau masih ada, pabrik menurutnya harus bertanggung jawab.

“Di desa ini ada banyak  pabrik, tapi tidak seperti pakan ternak ini. Jadi, pabrik harus  bertanggung jawab agar bau  busuknya benar-benar hilang,”  tuturnya. Suprianto, Direktur CV Has Dan Son, dalam pertemuan tersebut  menjelaskan, bau tak sedap muncul karena beberapa faktor.

Diantaranya, karena mesin pengolahan sedang rusak. Akibatnya, bahan baku tepung ikan menumpuk karena tak segera diolah. Inilah yang menyebabkan bau.  Pertemuan itu pun menyepakati  empat poin agar bau bisa hilang.  Di antaranya, bahan baku yang  bau dipindah ke pabrik lain di  Sidoarjo dan Gresik. Lalu, mesin  yang rusak segera diperbaiki.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Kami akan bertanggung jawab  penuh, hingga bau hilang. Saat ini kami fokus membersihkan pabrik, menghilangkan bau, evakuasi mesin dan bahan baku ke pabrik lain di  luar kota,” ungkapnya.

Usai pertemuan, warga survei ke pabrik dengan didampingi pimpinan pabrik. Dilanjutkan penandatangan kesepakatan antara perusahaan dan warga. (radar)