Browse By

Uang Kotak Amal Dibobol Maling

PAJARAKAN – Warga Desa Selogudik Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, digegerkan dengan pencurian  uang kotak amal di Masjid Baiturrahman,  Senin (10/4) lalu. Tidak tanggung-tanggung, uang sekitar Rp 2,6 juta di dalam kotak amal  masjid itu raib digondol maling.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar  Bromo kemarin menyebutkan, peristiwa  pencurian uang kotak amal masjid itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30. Adalah Suyitno, 77, warga Dusun Sumberrejo, Desa Selogudik Kulon, yang mengetahui pertama kalinya.

Suyitno merupakan takmir masjid. Uang di dalam kotak amal itu merupakan hasil sumbangan  dari warga tiap Jumat pagi, saat acara mengaji di masjid. Sekitar 3 bulan lamanya uang sumbangan  itu dikumpulkan. Kemudian, uang  itu disimpan di kotak amal.

Loading...

Di masjid sendiri, saat ini sedang  ada rehab. Kebetulan, sejak tiga  hari terakhir pengecatan pagar masjid dikerjakan. Suyitno, saat ditemui di masjid mengatakan, dirinya cukup terkejut saat mengetahui uang kotak amal amblas dicuri.

Diperkirakan kejadian pencurian  itu terjadi setelah salat Duhur berjamaah. Sebab, sekitar pukul 10.00, Senin lalu (10/4), dirinya  masih membuka gembok kotak amal tersebut untuk membeli bahan cat. ”Kemungkinan dicurinya siang hari setelah salat jamaah Duhur.  Karena jam segitu, masjid kosong,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin.

Dirinya ingat betul, kotak amal  itu kembali dikunci gembok.  Sekitar pukul 14.30, dirinya membelikan mi untuk dua tukang cat  masjid. Saat hendak mengambil  uang untuk membayar makanan mi itu, ternyata posisi kotak amal  sudah tidak lagi digembok.

Bahkan, gembok yang masih dalam kondisi terkunci itu, berada di bawah kotak amal. Sedangkan besi pengait kotak amal  itu, sudah bengkok dan terputus  karena digergaji. ”Uang dalam kotak amal itu berkisar Rp 2,6 juta. Kami tidak  laporan ke polisi (polsek). Tapi, kami sudah laporkan kejadian  itu ke desa,” terangnya.

Zaini, tukang cat pagar masjid  itu mengatakan, dirinya yang mengecat masjid itu tidak mengetahui kejadian pencurian uang  kotak amal masjid tersebut.  Kemungkinan, kejadian itu saat   selesai salat Duhur. Sebab, dirinya selepas salat Duhur, pulang ke rumahnya untuk istirahat.  Nah, saat itu kondisi masjid biasa kosong dan sepi.

”Sebenarnya, masjid itu selesai salat jamaah pintunya dikunci semua. Cuma, ada jendela sisi barat yang biasa kondisi terbuka,” ungkapnya.  Sementara itu, Kepala Desa Selogudik Kulon Henra Wahyuni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian pencurian uang kotak  amal tersebut.  Namun, pelaku pencurian itu belum juga ditemukan.

”Kami sudah dengar  kejadian pencurian itu. Karena kejadian pencurian itu juga disiarkan lewat pengeras suara di  masjid,” terangnya. (radar)