Browse By

Puluhan Mahasiswa Lurug Pemkab Tolak Radikalisme Berkedok Agama

PURWOREJO-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan, kemarin (11/04) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk,  Kota Pasuruan dan Pendapa Kabupaten Pasuruan.

Mereka meminta pemkab bersikap tegas memerangi radikalisme yang berkedok agama. Sekitar 40 mahasiswa itu datang ke depan kantor pemkab di Jalan  Hayam Wuruk dengan membawa  berbagai spanduk dan poster. Isinya, menolak radikalisme agama dan  penista Pancasila di Pasuruan.

Mereka datang ke kantor pemkab sekitar pukul 10.30. Mereka  pun langsung menggelar orasi  dan dijaga puluhan kepolisian. Rosul Faturozi, ketua umum Cabang PMII Pasuruan dalam  orasinya mengatakan bahwa PMII mengecam radikalisme agama.

Loading...

“Jangan sampai Kabupaten Pasuruan dimasukki antek-antek radikalisme agama, kita ingin Pasuruan damai dan tenteram,”  ungkapnya. Dalam orasi kemarin, ada 6 tuntutan yang disuarakan. Yakni, PMII menolak radikalisme, menolak ormas intoleran, Bupati harus  tegas terkait dakwah yang mengandung kebencian, Bupati harus segera membuat perda terkait radikalisme, Polres juga harus tegas menangani hate speech, dan DPRD Kabupaten Pasuruan harus  steril dari kelompok radikal yang merongrong NKRI.

Tak lama, Zainuddin, kepala  Bangkesbangpol Kabupaten Pasuruan dan Yudha Triwidya  Sasongko, kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan datang untuk berkomunikasi. Zainuddin mengatakan bahwa Bupati Pasuruan  memang sedang tidak ada di  tempat karena ada rapat soal Umbulan di Surabaya.

“Jadi, kami  mewakili beliau menerima  aspirasi terkait radikalisme ini,”  ungkap Zainuddin. Ia menjelaskan, di Bangkesbangpol sendiri ada program  terkait menangkal radikalisme. Namun, karena tidak puas dengan diskusi di depan kantor pemkab  akhirnya tak lama mereka pun diterima untuk berdiskusi di dalam  kantor pemkab. (radar)