Browse By

Nadir Umar Lolos dari Sanksi Dewan

Tadi Malam Dijemput di Bandara Juanda

BANGIL – Kepergian anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Nadir Umar ke Turki dan Lebanon yang tanpa izin pimpinan, kemungkinan besar tidak akan mendapat sanksi dari DPRD setempat. Pasalnya, tidak ada aturan  jelas, baik dalam tata tertib (tatib)  maupun kode etik dewan terkait sanksi bagi anggota DPRD yang keluar negeri tanpa izin pimpinan.

Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman mengaku, tak  bisa berbuat apa-apa terhadap pelanggaran yang dilakukan Nadir Umar. Memang, kata Kasiman, perbuatan yang dilakukan  Nadir Umar dengan pergi ke luar negeri tanpa izin, merupakan pelanggaran.

Loading...

“Kami belum bisa melakukan apa-apa. Karena perangkatnya (tatib dan kode etik, Red) memang  belum ada,” kata Kasiman. Karena itulah, saat ini legislatif tengah menyusun ulang tatib dan  kode etik dewan. Hal tersebut  untuk mengatur dan menegaskan sanksi-sanksi yang dilakukan,  jika anggota dewan melakukan pelanggaran.

“Tata tertib ataupun kode etik dewan memang sudah ada.  Tapi, belum mencakup semuanya. Jadi, belum ada pasal-pasal yang bertujuan pemberian sanksi  atas apa yang dilakukan pihak  bersangkutan (Nadir Umar, Red).  Makanya, kami merencakan perubahan tatib dan kode etik de wan untuk mengatur hal-hal serupa supaya tidak terulang,” bebernya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan sendiri, menyerahkan sepenuhnya persoalan pelanggaran yang dilakukan Nadir Umar ke pihak BK. “Kalau soal pelanggaran, kami  serahkan ke BK. Karena BK yang  memiliki kewenangan untuk  memberikan penindakan. Apakah teguran atau sanksi yang lain,”  tandas Dion.

Terkait kabar kalau Nadir tak terlibat jaringan ISIS, Dion mengaku sangat lega. Dengan begitu, nama lembaga legislatif  DPRD Kabupaten Pasuruan dipastikan bersih dari kelompok  radikal tersebut.  Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Pasuruan M. Zaini memastikan, kalau persoalan rekannya  itu sudah klir.

Ustad Nadir, kata  Zaini, tidak berkaitan dengan ISIS. Sebab, ia memiliki misi sosial dalam kepergiannya ke luar negeri. Ia juga memastikan, jika rekannya itu tengah dalam proses pemulangan tadi malam.  “Sekarang kami sedang menjemput kedatangannya di Bandara  Juanda Surabaya. Karena malam  ini (tadi malam, red) Ustad Nadir dipastikan pulang,” urainya.

Hal senada disampaikan Kadiv   Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar. Keduanya dipulangkan karena telah selesai menjalani pemeriksaan oleh penyidik  Detasemen Khusus (Densus) 88  Antiteror Mabes Polri. “Hari ini  selesai pemeriksan dan hari ini   dijadwalkan dipulangkan kepada pihak keluarga,” terangnya  kemarin (10/4).

Diketahui, Nadir Umar dan rekannya Budi Mastur dideportasi oleh otoritas pemerintah  Turki karena diduga menyalahgunakan visa. Setelah dideportasi dan tiba di Surabaya, Nadir  Umar dijemput Densus 88 di  Terminal 2 Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 15.21  pada Sabtu (8/4) lalu.

Hal serupa juga dialami oleh Budi Mastur ketika tiba di Bandung.  Mereka kemudian ditempatkan  di Rumah Perlindungan Sosial  Anak (RPSA), Bambu Apus, Jakarta Timur, selama pemeriksaan. Setelah sekian waktu diperiksa, keduanya tak terbukti tergabung kelompok radikal.  (radar)