Browse By

Eksekutor Begal Pelajar Didor

MAYANGAN – Polres Probolinggo Kota melalui Polsek Wonoasih berhasil melumpuhkan tiga kawanan begal yang selama ini  kerap meresahkan warga. Dari  dua pelaku, satu di antaranya “dihadiahi” timah panas lantaran  berupaya kabur saat hendak  ditangkap.

Satu pelaku yang ditembak itu diketahui bernama Seladi, 26, warga Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Dua pelaku lainnya adalah  Deni Purwanto, 26, warga Jrebeng  Kidul dan Holip Efendi, warga  Tigasan Kulon.

Kemarin, polres setempat menggelar pres rilis atas tangkapan  tiga terduga begal itu. Dari tiga yang ditangkap, dua di antaranya  merupakan pengembangan dari  kasus begal yang menimpa seorang pelajar, Muh Riziq, 13, di Jrebeng Kidul, Wonoasih, pada  16 Maret lalu.

Loading...

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo mengatakan,  korban Riziq memberikan ciri-ciri  pelaku kepada petugas. “Termasuk ciri-ciri pada celurit, warna helm, jaket, serta masker. Akhirnya,  didapat nama-nama ini (Seladi dan Holip),” ujar Hando.

Dari pemeriksaan yang di lakukan, diketahui mereka memiliki  peran yang berbeda-beda. Seladi berperan sebagai eksekutor, Holip  sebagai Sopir dalam kasus begal  dengan korban Riziq. “Pelaku ini juga kami perkirakan  bagian dari kelompok yang melakukan pencurian di Mayangan, beberapa waktu lalu. Saat itu, dalam sehari ada 5 sepeda motor  yang hilang,” ujarnya.

Holip dan Seladi sebelum melakukan aksi begal biasanya melakukan pencarian sasaran. Jika tidak menemukan sepeda motor yang  disasar untuk diambil, maka mereka  melakukan aksi begal. Holip dan Seladi ditangkap di rumahnya.

Sementara itu, untuk Deni Purwanto, tercatat merupakan tersangka kasus pencurian hewan. Ada 2 laporan terkait keterlibatan Deni sebagai tersangka Cur hewan.  Laporan pertama, ia disebut terlibat pencurian yang terjadi  pada 19 November 2015.

Dua  ekor sapi milik Romo, 60, warga Mastrip, Gg Pesantren, dicuri. Ia juga disebut terlibat pencurian  sapi milik Munip, 50, warga Jalan  Mastrip, Gg Pesantren, pada 28 November 2015. Seekor sapi betina berusia 7 tahun dengan nilai sekitar Rp 14 juta berhasil dibawa pelaku bersama 2 rekannya.

Satu rekan masih buron berinisial YK, 30, warga Kedunggaleng. Sedangkan 1 rekannya yang lain yakni Dian, 20, warga  Wonoasih sudah berada di lapas karena terkait kasus begal. “Dari  pengakuan Dian, dia menyebutkan  bahwa Deni juga terlibat begal,”  ujar mantan Kasatnarkoba Polres  Jakarta Selatan. (radar)