Browse By

Belanja Mobdin, Pemkot Pasuruan Alokasikan Rp 2,9 M

PANGGUNGREJO – Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran jumbo untuk belanja mobil dinas (mobdin) tahun ini. Tak tanggung-tanggung, anggaran Rp 2,9 miliar di gelontorkan untuk membeli  6 mobil sekaligus.

Dua di antaranya untuk Wali Kota Setiyono dan Wakil Wali Kota Raharto Teno Prasetyo. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kota Pasuruan Budi Widayat mengatakan, pertimbangan membeli mobdin baru karena kondisi mobdin lama kurang layak.  Jika dipaksakan menggunakan  mobdin lama, justru semakin membebani APBD. Pasalnya, biaya perawatan mobdin tidaklah sedikit.

“Banyak yang keluaran di bawah tahun 2000. Padahal, berdasarkan peraturan, mobdin bisa  di ganti tiap 5 tahun sekali. Kalau di paksakan, malah akan membebani APBD Pemkot,” katanya.  Hanya saja, Budi–sapaan akrabnya– tak merinci beban perawatan mobdin yang rencananya akan diganti tersebut.

Loading...

Soal instruksi Presiden Joko Widodo yang mengharuskan setiap pemerintah daerah menghemat anggaran, salah  satunya memangkas anggaran belanja mobdin, juga ditanggapi Budi. Menurutnya, belanja mobdin yang dilakukan  saat ini justru untuk efisiensi anggaran.

Seperti mobdin wali kota dan wakil wali kota  saat ini, merupakan pembelian pada 2010 silam. Sementara itu, Kabag Admi nistrasi Umum Pemkot Pasuruan Samsul Hadi menjelaskan, belanja 6 mobdin itu sudah dialokasikan melalui APBD 2017.

Rinciannya, 1 mobil operasional seharga Rp 350 juta untuk Polres Pasuruan Kota, 1 mobil patroli pengawalan seharga Rp 670  juta untuk Satpol PP, dan 1 mobil pelayanan seharga Rp 400  juta untuk Dispendukcapil.  Lalu, 1 mobil station wagon senilai Rp 440 juta untuk pim pinan DPRD Kota Pasuruan, serta 2 mobil station wagon masing-masing senilai Rp 520 juta untuk wali kota dan wakil  wali kota.

“Mobdin ini untuk operasional kedinasan,” terang Samsul. Jika merujuk pada pembelian tahun lalu, pemkot juga menyiapkan anggaran Rp 2,9 miliar. Yakni, untuk membeli 4  mobil Innova senilai Rp 350  juta per unitnya dan 6 mobil  Toyota Avanza senilai Rp 250 juta per unitnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD  Kota Pasuruan Lukman Hakiem Bachmid menerangkan, pihaknya  tidak keberatan dengan pengadaan mobdin baru tersebut. Sebab, ia memandang banyak  mobdin kondisinya tidak layak.

“Pengadaan mobdin bisa menghemat anggaran. Sebab, minimal 2 tahun, tidak perlu menyiapkan anggaran pemeliharaan,” tuturnya. (radar)