Browse By

Truk Muat Kentang Terjun ke Sungai

Sopir Tewas di TKP

PUSPO – Nasib nahas menimpa Mistono, 53, warga Desa/Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Ia tewas setelah truk yang  dikemudikannya terjun ke jurang di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, pada Sabtu (8/4) malam  sekitar pukul 18.30.

Diduga, truk muat kentang itu terjun ke jurang karena kelebihan muatan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan,  di hari nahas itu Mistono mengantar kentang dari Desa Keduwung, Kecamatan Puspo  menuju Desa Sedaeng.

Loading...

Untuk menuju Sedaeng, truk dengan nopol N 8815 UV yang dikemudikannya harus melintasi jembatan Sungai Watu Karung. Nah, jalan di kawasan tersebut  memang menanjak. Saat melajukan truknya pada tanjakan itulah, diduga lantaran muatan yang berlebih, truk tersebut tak   mampu melalui tanjakan.

Pada saat yang sama, kondisi jalan  licin karena hujan yang mengguyur kawasan tersebut.  Truk kemudian melaju mundur, Mistono yang panik diduga tak dapat mengendalikan kemudinya. Alhasil, bagian belakang truk tersebut menabrak guard  rail atau pagar pembatas jalan,  yang berada di sisi selatan jalan, sebelum akhirnya truk terjun   bebas ke dasar sungai.

Akibat kecelakaan tunggal itu,  Mistono mengalami luka parah  di kepala dan kakinya. Benturan   keras di kepala diduga menjadi penyebab kematian korban. Maklum, jarak antara jalan dengan dasar sungai sekitar 15  meter.  Warga yang mendengar adanya kecelakaan ini langsung melapor  ke Polsek Puspo.

Mereka kemu dian melakukan evakuasi pada korban. Mistono sempat dilarikan ke Puskesmas Puspo. Tapi, korban ternyata sudah tewas di lokasi kejadian. Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, Ipda Marti mengatakan,   pihaknya menerima laporan kejadian tersebut baru kemarin (9/4).  Karena itu, kemarin pihaknya  langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Banyak faktor yang menjadi  penyebab kecelakaan tunggal itu.  Kemarin cuaca di TKP juga kabut dan hujan, jalanan menjadi licin.  Itu bisa menjadi faktor penyebabnya karena mempengaruhi jarak  pandang,” terangnya.

Hingga kemarin siang, proses evakuasi terhadap kendaraan  truk yang berada di dasar sungai, masih belum dilakukan. Hanya saja, warga sekitar berduyun-duyun mengumpulkan kentang yang telah berserakan.

Ipda Marti mengatakan, proses  evakuasi sejatinya akan dilakukan kemarin sore. “Karena terkendala teknis, evakuasi truk  yang berada di sungai akan dilakukan besok (hari ini, Red),” imbuhnya. (radar)