Browse By

Ibu Hamil Wajib Tes HIV/Aids

Dinkes Siapkan Perwali

MAYANGAN – Mulai tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo mewajibkan semua ibu hamil di Kota  Probolinggo untuk melakukan pemeriksaan  HIV/Aids. Tujuannya, mengetahui resiko penularan HIV/Aids dari darah.

Terutama  dari ibu hamil kepada petugas kesehatan  saat proses kelahiran. Hal ini diungkapkan dr Siti Nurul Qomariah, Sekretaris Dinkes Kota Probolinggo. Kebijakan ini menurutnya, baru dilakukan  tahun ini. Sementara tahun lalu, kebijakan itu hanya dilakukan secara terbatas.

Loading...

Tahun lalu, kewajiban tes HIV/Aids  hanya dilakukan pada ibu hamil yang  memiliki resiko tinggi. Serta pada ibu hamil yang akan melahirkan melalui  proses operasi.  Kewajiban tes HIV/Aids pada ibu yang akan melahirkan caesar bertujuan untuk  memastikan kondisi keamanan petugas kesehatan yang membantu proses kelahiran.

“Jika tidak tes lebih dahulu, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan saat proses kelahiran. Sehingga terjadi penularan virus  kepada petugas kesehatan yang membantu proses kelahiran,” lanjutnya. Dengan adanya tes HIV/Aids kepada  ibu hamil, bisa diketahui dengan mudah apakah yang bersangkutan terinveksi  HIV/Aids atau tidak. Sehingga, petugas  bisa lebih waspada.

 “Nah, mulai tahun 2017 ini, semua  ibu hamil wajib memeriksakan diri.  Baik yang resiko tinggi, maupun tidak. Baik yang melahirkan normal dan caesar,” ujarnya. Pemeriksaan sendiri dilakukan melalui Puskesmas yang ada di Kota Probolinggo.

Pemeriksaan bisa dilakukan sejak awal  kehamilan.  Bagi ibu yang memiliki resiko tinggi dan dari keluarga miskin, akan dibebaskan  biaya tes. Sehingga, tidak membebani  mereka. “Namun penggratisan biaya tes HIV/  AIDS ini berlaku bagi kehamilan anak  pertama dan kedua saja. Ini langkah Dinas Kesehatan juga untuk mendukung program KB,” jelasnya.

Bahkan Dinas Kesehatan berencana  mengusulkan Peraturan Wali Kota tentang  kebijakan ini. Sehingga, bisa menguatkan  kewajiban tes HIV/Aids bagi ibu hamil.  (radar)