Browse By

Terlilit Hutang, Pria Ini Gelapkan Mesin Fotokopi

KADEMANGAN – Malis, 34, warga Jalan Himalaya, Kelurahan  Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, di bekuk anggota Polres Probolinggo Kota pada Rabu (5/4) lalu.  Pria kelahiran Blimbing, Kota Malang, ini dibekuk lantaran  menggelapkan mesin fotokopi milik Candra, warga Jalan Tidar,  Kelurahan Ketapang.

Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi mengungkapkan, pelaku berdalih menggelapkan mesin fotokopi itu lantaran terlilit utang. Kepada polisi,  tersangka mengaku pinjam uang  pada seseorang senilai Rp 103  juta. Uang itu akan digunakan  untuk modal awal usahanya.

“Tersangka berencana akan  membuka tempat fotokopian.  Akhirnya, sebagaian uang itu dibelikan mesin fotokopi 3 buah. Pihaknya juga membuka servis mesin fotokopian,” terangnya. Sayangnya, Malis tidak sanggup  membayar utang tersebut hingga jatuh tempo.

Loading...

Nah, pada 11 Maret lalu, Candra memperbaiki mesin fotokopi  merek Canon tipe IR5000 yang  rusak pada pelaku. “Biaya servis Rp 3,5 juta, dijanjikan selesai  dalam 2 pekan. Akhirnya, Candra bayar DP (down payment atau  uang muka, Red) senilai Rp 500 ribu,” imbuhnya.

Sebelum jadwal servis selesai,  Candra melunasi biaya perbaikan tersebut, yakni Rp 3 juta.  Namun, setelah dua pekan, tersangka tak bisa ditemui. Rumahnya kosong serta HP-nya tidak dapat dihubungi. Diketahui, Malis melarikan diri ke Malang.

Akhirnya, korban melaporkan hal tersebut pada Polsek Kademangan.  Ternyata, mesin fotokopi milik Candra ikut dijaminkan pada  seseorang yang memberi pinjaman pada Malis. “Pada saat itu penagih utang datang. Karena  sudah jatuh tempo, akhirnya lima  mesin fotokopi yang ada di rumah tersangka dibawa,” jelasnya.

Meski begitu, tanggungan Malis masih belum lunas. Sebab,  lima mesin fotokopi tersebut   dihargai Rp 57 juta. Sehingga, tersangka masih punya tanggungan Rp 46 juta. “Dari lima mesin fotokopi yang dibawa, 3 milik saya dan 2 milik orang yang  minta diserviskan. Termasuk  milik Candra,” tutur Malis.

Untuk menangkap pelaku, polisi menjebak pelaku dengan  memanfaatkan korban. Akhirnya,  Rabu (5/4) lalu pelaku mendatangi rumah Candra dan langsung diamankan polisi sekitar   pukul 19.00. “Saya ke sana (rumah Candra, Red), karena katanya mau dirundingkan secara kekeluargaan,” ujar Malis.

Kompol Djumadi menegaskan, dengan alasan apapun, tindakan pelaku yang menjaminkan barang milik orang lain tidak dibenarkan. Apalagi, pelaku kemudian melarikan diri. Akibat perbuatanya,  pelaku terancam pasal 372 dan 374 KUHP tentang Penggelapan  dengan hukuman maksimal 5  tahun penjara. (radar)