Browse By

4 Hari Menghilang, Jasad Buruh Angkut Kayu Yang Tenggelam Ditemukan

Butuh Waktu 1,5 Jam untuk Evakuasi Korban

TIRIS – Proses pencarian Suyit, warga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang tenggelam saat menghadang kayu  gelondongan pada Selasa (4/4) lalu,  akhirnya membuahkan hasil. Jasad pria 28 tahun itu, ditemukan  tersangkut batu di sungai Pekalen,  desa setempat.

Kemarin (8/4), petugas gabungan melakukan evakuasi pada jasad korban. Sedikitnya, 50 personel gabungan terlibat dalam upaya evakuasi jasad korban. Mulai dari  Polsek Tiris, Kecamatan, Koramil  Tiris, BPBD, SAR Kabupaten Probolinggo, Pecinta Alam (PA), serta warga desa setempat.

Loading...

Upaya evakuasi sendiri mulai dilakukan sekitar pukul 08.30.  Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, jasad Suyit  sendiri ditemukan pada Jumat  (7/4) lalu, sekitar pukul 16.30.   Namun, proses evakusi baru dilakukan kemarin atas pertimbangan  banyak hal.

Di antaranya, Jumat  lalu hujan turun cukup deras yang  membuat evakuasi akan sangat  sulit dilakukan. Kemudian, untuk mengevakuasi korban, butuh tali tambang. Pasalnya, kedua kaki korban  terjepit batu besar yang tidak   mungkin jika dievakuasi hanya dengan bantuan tangan.

Ditambah lagi, ada pusaran air di bawah batu yang membahayakan regu penyelamat jika tidak menggunakan peralatan.  “Korban yang hilang dan ditemukan itu, terjepit pada bebatuan  di sungai Tiris. Kerena cuaca tidak  mendukung yakni hujan, medan  sulit, arus sungai deras, jadi untuk  kemarin tidak kami evakuasi.

Kami lanjutkan tadi pagi (evakuasi, Red), kami mulai turun lagi  sampai pukul 10.00, baru jenazah  bisa kami evakuasi,” terang AKP  Wijaya, kapolsek Tiris.  AKP Wijaya menambahkan, setelah proses evakuasi, korban  dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan visum  dan otopsi.

“Setelah itu kami langsung serahkan kepada pihak keluarga,” terangnya. Arianto, ketua tim pencarian korban mengatakan, korban  pertama kali ditemukan oleh  warga Desa Segaran. “Karena evakuasi tidak memungkinkan  yakni tidak adanya alat, akhirnya  mereka melapor ke polsek setempat. Polsek memberikan informasi kepada kami, potensi SAR dan BPBD Kabupaten   Probolinggo,” terangnya.

Kondisi korban Suyit ditemukan terjepit di bebatuan sungai. Kaki korban terjepit, sedangkan  posisi kepala korban berada di  atas sungai dengan kondisi agak tertelungkup. “Korban nyangkut  di batu. Di bawahnya itu ada  pusaran. Korban masuk ke pusaran, kemudian kakinya terjepit di dalamnya. Sehingga, kami  sulit melakukan evakuasi korban  ke atas,” terangnya.

Arianto mengaku, dalam proses evakuasi terkendala dengan  derasnya arus sungai. “Karena  lokasi korban tadi, berada di  bawah pintu utama arus sungai.   Itu, arus utama jeramnya. Cua canya juga sangat buruk, medan cukup terjal dan licin. Sementara, posisi tempat evakuasi  dengan kampung terdekat, kurang lebih 3 kilometer,” terangnya.  

Petugas kemudian menggunakan tambang untuk menarik korban yang tersangkut batu tersebut. Perlahan-lahan, petugas menarik jasad korban yang sudah membiru. Terdapat sejumlah luka lebam di tubuh   korban. Diperkirakan, luka itu  didapat kala tubuh korban terhantam bebatuan sungai.  

“Mayat korban sudah berbau,  itu karena sudah lama terendam  dalam sungai dengan guyuran arus yang cukup deras,” terangnya. Jika dari tempatnya semula menghadang kayu, jaraknya menurut  Arianto sekitar 7 kilometer. Maklum, arus sungai Tiris sangat deras usai diguyur hujan.  

“Malam sebelum kejadian  juga terjadi hujan lebat. Sehing ga, air sangat deras. Kami bersyukur sudah berhasil mengevakuasi korban,” terangnya.  Terpisah, Ali Agus, 45, ayah korban mengaku bersyukur jenazah  putranya bisa ditemukan.

“Kami  sudah menerima kematian Suyit, yang penting jenazahnya sudah  ditemukan,” katanya pasrah. Diberitakan koran ini sebelumnya,  dua buruh angkut kayu gelondongan,  tenggelam pada Selasa (4/4) lalu. Dua orang itu, yakni Kholid, 26, warga Dusun Jambuan, Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dan Suyit, 28, warga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.  

Mereka terseret arus sungai di  Desa Tiris, saat menghadang kayu  gelondongan. Kholid ditemukan   tewas sekitar 300 meter dari lokasi semula. Kejadian itu bermulai ketika kedua korban turun ke sungai Tiris, untuk menghadang kayu gelondongan yang dialirkan dari Desa Duren, Kecamatan Tiris.  

Korban mulai menghadang  kayu gelondongan yang ditebang Sugiono, majikannya itu sekitar  pukul 09.30. Saat itu, debit arus sungai cukup deras dengan kedalaman berkisar satu meter.  Sebab, pagi sebelum kejadian  tenggelam itu, di sekitar lokasi diguyur hujan deras selama lebih dari 2 jam. (radar)