Browse By

Sekolah Boleh Tarik Sumbangan

Disdikpora tentang Sumbangan di SMPN 5

KANIGARAN – Sejak adanya dana BOS dan BOSDA, sekolah tidak diperkenankan lagi menarik pungutan dalam bentuk apapun  pada siswa. Namun, sekolah bisa  menggalang dana untuk membiayai kegiatan sekolah yang  tidak terkover melalui BOS dan   BOSDA.

Penegasan itu disampai Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga  (Disdikpora) Kota Probolinggo  Rey Suwigtyo kemarin (7/4),  me nyikapi tarikan sumbangan di SMP Negeri 5 kota setempat.  Dengan catatan, sumbangan itu dilakukan atau dikelola oleh komite sekolah.

Loading...

Hal ini, menurutnya, diatur  dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite. Bahwa, komite berhak menggalang dana. Dengan catatan dana tersebut berupa sumbangan.  “Yang namanya sumbangan, maka harus disesuaikan dengan  kemampuan tiap wali murid. Serta, tidak ada unsur paksaan  di sana. Selain itu, komite tidak  di perkenankan menarik sumbangan dengan nominal yang  telah ditentukan,” tuturnya.

Bahkan, jika saat itu ada wali murid yang tidak memiliki uang, maka tidak menyumbang pun  tidak jadi masalah,” terangnya. “Intinya, kalau memang ada agenda sekolah yang dipandang urgen, namun di luar pembiayaan BOSDA, maka komite berhak menggalang dana tersebut,” tuturnya.

Meski demikian, sumbangan itu harus atas persetujuan bersama. Jika sumbangan tidak disetujui oleh wali murid, maka bisa saja agenda tersebut tidak dilaksanankan.  Untuk sumbangan di SMP Negeri 5, menurut Tyok–panggilannya-, jika memang ada wali  murid yang ingin program tahun 2016-2017 dilanjutkan, maka wali murid itu harus memberikan  kontribusi pada sekolah.

“Juga harus ada solusi dan tindakan dari wali murid. Buka  hanya ingin dilanjutkan, namun  lepas tangan begitu saja,” katanya.  Diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid SMP Negeri  5 menyoal sumbangan yang dilakukan sekolah. Sumbangan itu dianggap menyalahi aturan karena tak ubahnya pungutan.

Sekolah sendiri menarik sumbangan untuk melaksanakan  11 program tahun 2016-2017 yang belum terlaksana. Sebab, 11 program itu tidak dianggarkan dalam BOS atau BOSDA. Total   di butuhkan anggaran Rp 97.810.000 untuk melaksanakan  semua program itu.

Kepala SMPN 5 Zubaidah sempat menjelaskan, sumbangan  itu bersifat sukarela. Bahkan, tidak harus berupa uang. Wali murid bisa memberikan sumbangan dalam bentuk selain uang. (radar)

Incoming search terms:

  • disdikpora kota probolinggo