Browse By

Bupati Probolinggo Tunjuk Asy’ari Jadi Plt Sekda

PROBOLINGGO – Kosongnya  posisi Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Probolinggo setelah M Nawi wafat, bakal segera terisi. Itu, setelah Bupati Puput Tantriana Sari  berencana menunjuk Asy’ari sebagai pelaksana tugas (Plt) sekda.

Lelaki yang di pemkab menjabat  asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra itu akan menjadi Plt, sampai pemkab menunjuk sekda definitif.  Untuk sementara Bupati memang menunjuk Plt lantaran posisi sekda   krusial di sebuah pemerintahan.

“Posisi sekda kosong akan diisi Plt. Rencananya Asisten 1 (Asisten Administasi Pemerintahan dan Kesra) sebagai Plt,”  ujar Tantri saat di temui harian  ini setelah melantik pejabat eselon III dan IV di Pendapa, kemarin (7/4). Menurutnya, posisi sekda merupakan posisi yang penting. Tidak  boleh dibiarkan kosong terlalu  lama. Sehingga, perlu ada yang  menggantikan tugas sekda.

Loading...

“Saat ini BKD sedang mempersiapkan penujukkan Plt untuk Pak Asy’ari. Secepatnya harus ada yang mengisi,” ujarnya. Namun begitu, pemkab juga berupaya memikirkan rencana  sekda definitif. Bupati menyebut,  tentu posisi sekda tak boleh  lama dijabat Plt. Untuk orang yang akan menjabat nanti, Tant ri menyebutkan, sejumlah syarat untuk mengisi posisi sekda. Pertama, berakhlak, kemudian  profesional dalam menjalankan  tugas-tugas sekda.

“Selain itu, juga tawaduk dan memiliki manajemen yang baik,” ujarnya.   Tantri memiliki banyak penilaian terhadap sosok sekda sebelumnya, HM Nawi. Menurutnya, Sekda Nawi bukanlah sosok  yang sering mengklaim suatu tugas yang berhasil dilakukan sebagai tugasnya.

“Tidak pernah Pak Nawi itu mengklaim tugas-tugas yang berhasil dilakukan sebagai hasil  tugasnya,” ujarnya.  Sementara itu, Pemkab Probolinggo kemarin melakukan mutasi terhadap 169 pejabat struktural dan fungsional.

Mutasi ini merupakan rangkaian penyegaran di lingkungan pemkab.  Beberapa pejabat ikut serta   dalam gerbong mutasi seperti Andjar Noermala Iman yang  sebelumnya menjabat sebagai  Kabid Perdagangan pada Dinas  Perindustrian dan Perdagangan, pindah menjadi Kabid Infomasi dan Komunikasi Publik  pada Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo.

Ada juga nama Taufik Alami yang  sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat, beralih menjadi Camat Wonomerto.  Dalam sambutannya, Bupati Puput Tantriana Sari meminta agar pejabat yang telah dimutasi ini segera melakukan pembiasaan terhadap tugas-tugas  baru yang akan dihadapinya.

“Selama 1-2 bulan saja melakukan proses adaptasi. Tapi,  kalau sampai 1 tahun masih lamban menjalankan program dengan alasan masih adaptasi, itu  artinya pejabat itu lemot, lambat,”  ujarnya. Tidak hanya itu saja, pejabat  yang baru harus segera melakukan koordinasi dengan stafnya.  Apalagi, saat ini ada tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  yang melakukan pemeriksaan  terhadap adminstrasi.

“Jangan sampai staf tidak tahu terkait masalah anggaran. Apalagi saat ini pemeriksaan BPK berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujar Tantri.  Pemeriksaan BPK tahun ini  data untuk BPK tidak lagi didapat dari Inspektorat ataupun  Badan Pengelolaan Keuangan.  Namun, BPK akan langsung turun ke masing-masing SKPD.

“Sebelumnya, kami bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak 3 kali berturut-turut. Targetnya tahun ini juga bisa meraih  WTP,” ujarnya optimistis. (radar)