Browse By

Berangkat Ngantor, Polisi Dibondet

Pelaku Dua Orang Kendarai Pikap

PURWOSARI – Rencana Bripka Yaumil, 34, untuk berangkat kerja pagi kemarin (7/4) berantakan. Saat menuju kantornya di Samsat Satlantas Polres Pasuruan, dia dilempar bondet oleh dua pelaku. Bondet atau bom ikan tersebut sempat meledak, namun Bripka Yaumil masih selamat.

Lemparan bondet pelaku sejatinya diarahkan ke  ba dan Bripka Yaumil. Bondet itu sebenarnya meledak, namun beruntung ledakannya tak terkena polisi tersebut. Hanya saja, ledakan menyebabkan serpihannya mengenai tangannya. Akibatnya, lengan kanan Yamuil  mengalami luka seperti lecet.

Loading...

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.00.  Saat itu, Yaumil hendak berangkat kerja dari rumahnya di Malang.  Dengan mengendarai mobil jenis sedan, Yaumil mengaku melaju dengan kecepatan biasa.

Saat itu  Yaumil mengenakan baju koko warna putih. Sementara seragamnya, di gantungkan di mobil. Hingga saat perjalanannya  melintas di ruas jalan nasional  jurusan Malang-Surabaya, tepatnya di depan SPBU Kembang  Sore (masuk Kelurahan/Kecamatan Purwosari), petaka itu  terjadi.

Tiba-tiba dia disalip sebuah mobil jenis pikap yang  tidak diketahui nopolnya. Ketika menyalip itulah, penumpang  mobil pikap bicara kotor ke Bripka Yaumil.  Kebetulan saat itu, kaca mobil keduanya dalam posisi terbuka.

Yaumil sendiri melaju di lajur kiri atau lambat, sedangkan mobil pikap di lajur kanan dan hendak  berbelok untuk putar balik. Merasa mendapat omongan kotor, Bripka Yaumil langsung  menepikan kendaraannya ke bahu jalan. Dia turun dari mobilnya dan hendak menuju ke mobil pikap yang berisikan dua penumpang.

Maksudnya, dia  ingin memperingatkan penumpang dan sopir pikap tersebut.  Namun, nahas, tanpa diduga saat dia berjalan kaki untuk menghampiri mobil pikap, salah satu penumpang melempar bondet ke arahnya. Beruntung lemparan itu  luput karena hanya mengenai aspal.

Bondet itu langsung meledak dan dayanya diperkirakan kecil. Spontan begitu mengetahui  dilempar bondet, korban pun  menghindarinya. Yaumil lebih memilih mundur. Apalagi, saat bondet meledak, ada serpihan isi  bondet yang menyebabkan tangan  kirinya lecet dan berdarah.

“Pikapnya warna hitam dan nopol-nya saya tak ingat. Di dalam ada dua orang, masing- masing satu orang sopir dan  penumpang. Lalu yang melempar bondet ke arah saya adalah penumpang pikap. Lemparan  itu sebanyak satu kali,” tukas  Bripka Yaumil, saat dihubungi koran ini via telepon.

Usai penumpang pikap melempar bondet mengarah dirinya,  seketika itu juga langsung melarikan diri. Mobil itu kabur mengarah ke arah Purwosari  atau jalur Surabaya–Malang. Korban tak sempat mengejarnya karena pikap langsung melaju dengan kecepatan tinggi.  Ditambah lagi, cukup padatnya arus lalin saat itu.

Akhirnya, setelah kejadian dirinya memutuskan ke UGD Puskesmas Purwosari yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari TKP.  Selanjutnya, dia melaporkan  peristiwa yang dialaminya ke Polsek Purwosari. “Beruntung saya bisa menghindari serangan bondet tersebut.  Sangat kaget dan sama sekali tak menduganya dapat lemparan  bondet seperti ini. Mau menembak, saya tak bisa. Sebab, saya memang tak membawa senpi  (senjata api, Red),” jelasnya.

Yaumil mengaku, selama perjalanan dari Malang hingga berangkat ke kantor, dia tidak merasa ada yang membuntuti. Dia juga tak bermasalah dengan pengguna jalan lainnya, saat berangkat kerja kemarin. Begitu pula ketika ditanya,  apakah Yaumil memiliki musuh. Seingatnya, dia tidak pernah memiliki salah dengan orang lain.

“Saat ini saya Alhamdulillah baik-baik saja. Untuk kedua pelaku, saya sama sekali tak mengenalinya,” ungkapnya. Terpisah, Kapolres Pasuruan  AKBP M. Aldian membenarkan  kejadian yang menimpa anggotanya tersebut. Kini, kasusnya  ditangani unit Reskrim Polsek  Purwosari. Pelakunya, masih  dalam upaya pengejaran baik oleh Buser polsek setempat maupun dari Polres Pasuruan.

“Dugaan kami penyerangan  bondet ini dilakukan oleh pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Kini dalam proses lidik anggota di lapangan. Identitasnya masih belum terungkap,”  tegasnya. (radar)