Browse By

Warga Binaan Lapas Probolinggo Dilatih Mengelas

MAYANGAN – Lapas IIB Kota Probolinggo punya perhatian  khusus pada nasib warga binaannya. Agar mereka berguna saat  kembali ke masyarakat, Lapas  membekali warga binaan dengan  pelatihan mengelas.

Pelatihan ini digelar selama 30 hari bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Probolinggo. Sebanyak 16 warga  binaan dari seluruh kasus, ikut  pelatihan ini.  Kasubsi Giatja Budi Santoso di  Lapas IIB menjelaskan, pelatihan   mengelas itu berlangsung tanggal 30 Maret-30 April.

“Pelatihan  ini berlangsung selama 30 hari. Waktunya mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 setiap hari, kecuali  Sabtu dan Minggu,” terangnya.  Beberapa instruktur dari Balai  Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kota Probolinggo memberikan materi dan membimbing praktik  dalam pelatihan ini. Yakni, Choirul Soleh, Susianto, dan Endik.

Loading...

Selain itu, Disnaker memberikan  bantuan berupa perlengkapan alat  mengelas untuk Lapas. Seperti  travo los 3 regum biru, gerinda  induk, kabel olor panjang, meja las, kap las, siku, palu, tong, sepatu  safety, kikir, gergaji, dan sejumlah alat pendukung lainnya.

“Ini pelatihan las listrik, untuk  karbit belum. Karena sekarang  ini kan sudah zamannya las listrik,” imbuhnya. Kalapas IIB Kota Probolinggo Imam menambahkan, tujuan utama pelatihan, yaitu memberikan pembinaan. Sehingga, kelak saat kembali ke masyarakat, tiap  warga binaan memiliki keterampilan khusus.

“Ada yang ngelas, kerajinan, ternak ikan, dan lainnya,” terangnya.  Imam berharap, nantinya warga binaan tidak sekadar ikut pelatihan. Warga yang sudah ikut pelatihan, bisa mendapat sertifikat pelatihan. “Dengan sertifikat itu,  warga binaan bisa memiliki bukti  telah ikut pelatihan. Salah satunya pelatihan ngelas listrik itu. Sehingga, selain bisa diterima oleh  masyarakat, juga memiliki nilai khusus, lantaran memiliki sertifikat keahlian itu,” harapnya.

Agar pelatihan itu bisa dipraktikkan secara riil, Lapas menurut  Imam berencana bekerja sama  dengan pihak ketiga agar memesan tenda pada warga binaan. “Warga binaan akan menggarap tenda segitiga seperti yang ada di alun-alun. Bahan bakunya dari pihak ketiga, pengerjaannya oleh warga binaan,” imbuhnya.  (radar)