Browse By

“Nanti Banyak Orang Datang ke Rumah……,”

KARANGAN bunga ucapan duka  cita berderet di depan rumah dinas (rumdin) Sekda Nawi. Tak seperti Senin (3/4) lalu, di mana rumah duka  penuh dengan kunjungan pentakziah, kemarin (4/4) sekitar pukul 08.30,  rumah duka terlihat sepi.

Hanya satu  dua orang yang terlihat melayat ke rumah dengan warna dominan hijau tersebut. Sejumlah kerabat almarhum, kemudian menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Bromo. Di dalam  rumah, tampak sosok orang yang paling berduka atas kepergian Nawi.

Sosok itu tak lain adalah Yuni Asminiarti. Perempuan yang selama  ini mendampingi Nawi kala susah maupun senang. Yuni-sapaan akrabnya–berusaha  tegar. Meski guratan kesedihan tampak  jelas di wajahnya, namun ia sekuat tenaga mengikhlaskan kepergian  sang suami.

Loading...

Baginya, kepergian suami  menghadap sang khalik, adalah takdir  yang tak bisa ditunda. Apalagi, selama  ini Nawi seringkali memberikan isyarat bahwa usianya menghirup  surga duniawi tak lagi lama. Yuni menceritakan, Minggu sore itu suaminya lagi-lagi memberikan isyarat.

“Awakmu nduwe  duwik gawe tuku iwak (Kamu punya uang untuk beli ikan, Red)?” kata Yuni menirukan perkataan  suaminya. Yuni yang semula tak  paham, menanyakan maksud perkataan itu. “Saya tanya, mau akan apa. Saya kira bapak mau  minta lauk,” jelasnya.

Saat itu,  Nawi dirawat di Intensive Care Unit  (ICU) RS Premiere Surabaya. Namun, Nawi tetap menanyakan soal uang dan ikan tersebut. Agar sang suami tenang, Yuni menjawab punya. Apalagi, saat itu Nawi sudah tak bisa lagi mengonsumsi makanan melalui  mulut.

“Karena tidak paham,  saya diminta keluar dan suami minta sendirian. Ternyata saya baru sadar, ucapan bapak saat sudah wafat,” katanya. Seolah-olah memahami keinginan Nawi, Hasan Aminuddin, suami Bupati Puput Tantriana  Sari mengirim satu ekor sapi ke  kediaman almarhum.

Akhirnya,  Yuni paham. Yang dimaksud  suaminya soal lauk atau ikan itu, untuk pentakziah yang melayat  ke rumahnya. Dan, itu dijawab   Allah SWT melalui perantara Hasan Aminuddin. Setelah sang suami minta sendiri, Yuni pergi ke kamar.

Selepas  menjalankan salat Magrib, ia kembali menengok suaminya  ke ruang ICU. Karena pengaruh obat, suaminya terlelap. “Saya cek monitor, denyut nadi bapak normal,” katanya. Kabar kondisi sang suami kritis, didapatnya   sekitar pukul 23.00.

Saat itu, diinya pun langsung berlari ke  ruang ICU. Sesampainya di ICU,  sang suami telah mengembuskan napas terakhirnya.  “Sempat ditangani dengan   kejut jantung. Tapi, saya minta tidak perlu. Saya sudah ikhlas, kasihan bapak kalau pakai kejut  jantung. Semua perawat dan  dokter ruangan itu minta maaf sama saya karena tidak bisa menolong lagi. Saya jawab, ini takdir yang kuasa,” ungkapnya.

Yuni mengungkapkan, firasat  sang suami bakal tiada sudah sering ditunjukkan. Bahkan, sebelumnya ia mengatakan akan ada banyak orang yang datang tepat di tanggal, bulan, dan tahunnya berpulang. “Bapak bilang,  semua orang banyak hadir. Masyarakat, teman, dan kiai akan ke rumah. Saya pikir itu rencana Bapak menghaulkan orang tua  dan mbah. Ternyata ini maksud  Bapak,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan Yuni, firasat lain saat memiliki hajat  menikahkan anaknya. Saat itu, hampir semua stafnya diundang. Yuni sempat protes, kenapa semua diundang. Yuni tak enak karena khawatir menyusahkan staf.

“Tapi, bapak bersikeras. Ia  bilang tidak berharap apa-apa.  Karena saat hajatan itu, ia akan meminta maaf pada seluruh undangan yang hadir. Kata bapak,  kalau staf hadir, berarti dia memaafkan saya,” jelasnya.

Bagi keluarga, sosok almarhum   merupakan teladan dalam hal kesabaran. Terutama terhadap orang tua sangat sayang. Selain itu, sosok almarhum tidak pernah singit-singitan soal rezeki. “Begitu juga sebaliknya. Beli sesuatu pun kalau ada kembalian pasti  dikembalikan. Nasihat pada keluarga yang sering disampaikan dan  kami ingat itu, untuk menyayangi   orang tua,” ungkapnya.

Dalam hal agama diungkapkan  Yuni, suaminya itu sudah lama  mengamalkan Surat Al-Waqiah.  Bahkan, ia juga membina jamaah  pengajian. “Awalnya mengundang  hanya tujuh orang. Ternyata lama  kelamaan, banyak yang ikut sampai 41 orang. Pernah juga mengundang orang untuk mengamalkan Salawat Nariyah sebanyak 4.444 kali,” paparnya.

Sosok almarhum Nawi, juga dikenal baik dan agamis oleh rekan kerjanya. Tanto Walono,  kepala Dinas Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo mengatakan, sosok Nawi penuh kebapakan dan bisa mendinginkan  suasana. Ia juga sering memecahkan segenap permasalahan di SKPD.

“Panutan dalam kehidupan religius, bagi anak  buah,” ujarnya.  Selain itu, dikatakan Tanto, meskipun Nawi menjadi sekda, almarhum tidak memutuskan semua kebijakan atau permasalah secara sepihak. Pasti Nawi banyak melibatkan staf.

Selalu mendengarkan dan menghargai pendapat dari staf. Melihat  dari pertimbangan hukum, dampak sosial, dampak politik.  “Meskipun beliau sebenarnya bisa langsung memutuskan,  tapi sosok almarhum menghargai pendapat stafnya. Hasilnya, dengan manajemen seperti itu,  hubungan komunikasi baik di dalam pemda maupun legislatif dan samping kanan kiri menjadi kondusif. Sehingga, pembangunan pemerintahan  di kabupaten ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Begitu juga disampaikan Wahid Nurrahman, pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo. Wahid mengenal almarhum saat menjadi   Camat Krucil. Baginya, almarhum  merupakan orang yang agamanya kuat. “Sering memberi nasihat pada saya. Paling sering di kantornya, di luar agenda pekerjaan.   Urusan belajar,” ujarnya.

Waktu menjadi sekda diakui Wahid, Nawi sering komunikasi dengan pimpinan dewan. Sejauh ini koordinasi dengan pimpinan  dewan sangat luar biasa. Rata- rata pimpinan dewan itu muda,  sekda itu sosok kebapakan dan  ngemong. Mitra kerja, tapi menunjukkan sosok tapi seperti  saudara. Lebih banyak nasihat   dan diskusi agamanya.

“Karakter sekda sebagai mitra kerja, memberikan masukan-masukan dalam membangun Kabupaten Probolinggo. Selain menjadi teman juga menjadi bapak.  Sering memberikan nasihat. Tapi,  suatu saat juga sekda itu mampu menjadi komandan. Yaitu, harus  memutuskan sesuatu saat rapat   bersama,” paparnya.

Selamat jalan Nawi, terima kasih atas dedikasimu selama mengabdi pada kemajuan Kabupaten Probolinggo. (radar)

Incoming search terms:

  • www IwakBokep com