Browse By

Guru Pelosok Gelisah Peredaran Pil

PROBOLINGGO – Tantangan  sejumlah guru yang mengajar  di sejumlah sekolah yang berada di pelosok Kabupaten Probolinggo,  makin berat. Sebab, kini peredaran narkoba terutama pil trihexyphenidyl dan dextro, sudah sampai di kalangan pelajar.

Termasuk,  pada siswa di sekolah pelosok. Kenyataan itu diungkapkan  oleh guru bimbingan dan konseling (BK) SMPN 1 Wonomerto  Drajat Nur Cahyono dalam Coffe  Morning di Mapolres Probolinggo Kota, kemarin (4/4).

Acara ini juga dihadiri oleh seluruh waka kesiswaan SMA sederajat yang  masuk dalam wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Drajat mengatakan, kini banyak  siswa, khususnya di daerah pelosok, seperti Kecamatan Wonomerto, yang ngepil.

Loading...

Tentu ini  menjadi masalah tersendiri. Sebab, dampaknya siswa banyak yang membolos sekolah. Serta, ketika mengikuti proses belajar mengajar siswa cenderung tidur di kelas. Menurut Drajat, ini harus segera dicegah. Pihaknya berharap ada petunjuk dari pihak berwajib mengenai ciri-ciri pengguna obat- obatan terlarang serta solusinya.

“Kasus yang sulit ditangani adalah  siswa yang memakai obat-obatan terlarang. Karena itu, kami berharap kepada pihak kepolisian memberantas pemasok obat-obatan terlarang itu atau memutus mata rantai  peredarannya,” ujarnya.

Mendapati itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo melalui Kasat Narkoba  AKP Dodik Wibowo mengatakan, ciri-ciri pengguna pil, di antaranya jika ditanya jawabanya ngelantur atau tidak nyambung. Di kelas sukanya tidur dan matanya terlihat memerah.

Terkait peredaran pil, Dodik mengaku, akan terus berupaya membersihkan wilayah hukumnya dari pil koplo dan sabu-sabu. Selain  itu, pihaknya juga akan melakukan  sosialisasi kepada pelajar tentang  bahaya pil koplo dan sabu-sabu.

“Kami berupaya untuk memberantasnya hingga ke akarnya. Namun, itu juga perlu bantuan dan dukungan masyarakat. Jika memang ada pergerakan terkait dengan peredaran pil dan sabu, segera melaporkan kepada pihak berwajib,”  ujarnya. (radar)