Browse By

Dua Buruh Angkut Kayu Tenggelam

Satu Tewas, Satu Hilang

TIRIS – Nasib nahas menimpa dua buruh angkut kayu gelondongan, kemarin (4/4). Dua orang itu, yakni Kholid, 26, warga Dusun Jambuan, Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dan Suyit, 28, warga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terseret arus  sungai di Desa Tiris saat menghadang  kayu gelondongan.

Kholid ditemukan  tewas sekitar 300 meter dari lokasi semula. Sementara Suyit, hingga sore kemarin belum ditemukan.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan,  kejadian itu bermulai ketika kedua  korban turun ke sungai Tiris, untuk menghadang kayu gelondongan  yang dialirkan dari Desa Duren,  Kecamatan Tiris.

Loading...

Korban mulai menghadang kayu gelondongan  yang ditebang Sugiono, majikannya  itu sekitar pukul 09.30. “Tadi jam 08.00 pamit kerja. Saya baru dengar kalau suami saya tenggelam sekitar pukul 11.00,” kata Wiwin, 27, istri korban Suyit, saat ditemui koran ini di  sela-sela pencarian korban.

Sekitar pukul 10.45, kedua korban itu terseret derasnya aliran sungai  dan tenggelam. Warga setempat banyak yang  mendengar teriakan keduanya saat  terseret arus tersebut. Kebetulan,  di sekitar lokasi kejadian, warga  bersama anggota Polsek Tiris,   Koramil Tiris, Satpol PP Kecamatan,  dan BPBD tengah melakukan pembersihan jalan yang pada hari  Senin (3/4) lalu terjadi longsor.

“Kami tadi sibuk kerja bakti membersihkan tanah longsor yang menutup akses roda empat. Tiba-tiba, dengar suara minta  tolong,” kata Kapolsek Tiris AKP Wijaya saat ditemui di lokasi  kejadian. Kapolsek menjelaskan,  kedua korban itu bekerja sebagai pengangkat kayu yang dialirkan  lewat sungai.

Sugiono, menurut Wijaya, menebang pohon mahoni di Desa Duren, kecamatan setempat. Kayu-kayu berukuran sekitar 2  meter lebih itu, tak diangkut melalui jalur darat. Melainkan, dihanyutkan melewati aliran  sungai desa setempat.

Jarak lokasi penebangan pohon dengan lokasi  korban tenggelam, sekitar 15  kilometer. Saat itu, debit arus sungai cukup  deras dengan kedalaman berkisar  satu meter. Sebab, pagi sebelum  kejadian tenggelam itu, di sekitar lokasi diguyur hujan deras selama  lebih dari 2 jam.

“Kayu itu dialirkan dari Desa Duren dan dihadang di desa sini (Tiris, Red). Ternyata, ada kayu  yang kelewat dan berusaha dikejar oleh Suyit. Tapi, Suyit itu malah ikut terseret. Korban Kholid yang berusaha membantu, juga terseret,”  jelas mantan Kapolsek Sukapura ini.

Kholid kemudian ditemukan warga sekitar pukul 12.00, sekitar  300 meter dari lokasi semula. Sementara korban Suyit, sampai  sore kemarin belum ditemukan. Sejauh ini dikatakan Kapolsek, upaya pencairan telah dilakukan.

Pihaknya sudah menghubungi  tim SAR dari BPBD untuk ikut  melakukan pencarian. Termasuk melibatkan penyelam dari pemuda setempat. “Upaya pencarian masih terus dilakukan jika kondisinya masih memungkinkan. Kami sudah bekerja sama dengan pihak terkait lainnya.  Semoga proses pencarian, korban cepat ditemukan,” ujar Wijaya.

Sementara itu, Ersad, warga setempat yang menjadi saksi  kejadian mengatakan, kedua korban  itu saat terseret arus, sempat berteriak minta tolong. Saat mendengar suara teriakan itu, warga dan petugas mendatangi asal suara. Ternyata, ada dua orang yang tampak terseret  arus sungai.

Sayangnya, korban  ditemukan tak bernyawa dengan luka lebam di tubuhnya. Diduga  karena terantuk batu di sungai tersebut. “Warga hanya menemukan Kholid saja. Satunya masih dalam  pencarian. Lokasi korban Kholid  ditemukan berkisar 300 meter dari lokasi terseret awal,” kata  Ersad. Korban Kholid langsung  dievakuasi ke daratan dan dibawa ke Puskesmas Tiris. (radar)