Browse By

Sekda Kabupaten Probolinggo Meninggal Dunia

MAYANGAN – Pemkab Probolinggo berduka. Sekda Nawi yang sejak 6 bulan terakhir menderita sakit itu, berpulang. Nawi yang sudah mengabdi lebih dari 3 dekade itu meninggal pada Minggu (2/4) malam, sekitar pukul 23.00  di RS Premiere Surabaya.

Kepergiannya dilepas tangis haru sejumlah pejabat, kerabat, hingga koleganya. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di rumah duka di rumah  dinas, sejumlah tokoh hadir  melepas kepergiannya untuk  terakhir kalinya. Di antaranya, Bupati Puput Tantriana Sari, anggota DPR RI Hasan Aminuddin, Wakil Bupati Timbul Prihanjoko, sampai anggota DPRD Jatim Muzammil Syafii.

Ada juga Wali Kota Rukmini, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, Dandim  0820 Letkol Inf. Hendi Yustian  Danang, Ketua PC NU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi, dan Ketua PC NU Kraksaan KH. Ahmad Suja’i.

Loading...

Hadir  juga Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Cholili. Mereka melepas dengan haru kepergian sosok Nawi yang selama ini dikenal sederhana. Para keluarga, kerabat, dan  kolega mulai berkumpul sejak pagi. Jenazah disalatkan di Masjid Agung Raudlatul Jannah,  sebelum kemudian diantarkan  ke peristirahatan terakhir di TPU Kauman, yang berada di belakang  masjid.

Almarhum disalatkan sekitar pukul 09.00 dan dimakamkan pukul 10.30.  Di antara sederet pelayat, tampak Yuni Asminiarti, perempuan yang menemaninya hingga akhir hayat. Tak henti-hentinya Yuni meratapi kepergian  sang suami.

Kesedihan mendalam juga terlihat dari dua putrinya, Nur Aisah Ibrahimiyah dan  Nurul Latifah, serta keluarga  besarnya. Terkait sakitnya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan  Kesra Asyari yang mewakili pihak  keluarga memberikan keterangan.

“Beliau menderita sakit sekitar 6 bulan yang lalu. Secara  medis yang lebih tahu dokter.  Secara awam, beliau itu komplikasi. Mulai diabetes dan tekanan darah tinggi,” katanya. Asy’ari mengaku, beberapa hari terakhir, kondisi pria yang  lahir pada 27 Mei 1959 itu sudah menurun.

Meski begitu, Nawi tetap menunjukkan semangat  kala bertugas. Bahkan, ia men jadi teladan bagi rekan kerja maupun bawahannya. “Beliau setiap pagi berpesan kepada kami, sekaligus memberi contoh. Sebelum bekerja melakukan Salat Duha. Tujuannya, tugas lancar, barokah, tidak  ada masalah dalam bekerja,” terangnya.

Asyari mengaku terakhir berjumpa sebelum meninggal, yakni pada pekan lalu. Saat itu ia bersama Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD)  Tanto Walono, menjenguk almarhum. Kondisinya ketika itu memang terus menurun.

“Kami  laporkan beberapa kegiatan.  Lantas beliau memberikan arahan dan petunjuk agar tugas ke depan bisa ditangani secara baik,” terangnya. Wabup Timbul mengatakan, Nawi memiliki sifat kebapakan.  Ia menilai Nawi sebagai sosok  abdi negara yang berprestasi.

“Beliau turut andil membawa seluruh perangkat daerah mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, Red) 3 tahun berturut-turut. Ketika konsultasi terkait permasalahan, beliau sudah siap dengan solusinya,”  terangnya.

Sementara itu, Hasan Aminuddin mengapresiasi pengabdiannya selama ini untuk kabupaten. “Beliau menjadi PNS di lingkungan pemda selama 32 tahun. Semoga amal ibadahnya diterima, segala kekhilafannya  diampuni, keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan untuk melanjutkan perjuangan beliau,” terangnya. (radar)