Browse By

Sehari, Rata-rata 450 Kendaraan

Jalur Tol Bangil-Rembang Lengang

BANGIL – Uji coba operasional jalan tol Bangil-Rembang belum sepenuhnya di manfaatkan para pengguna jalan. Terbukti dengan  minimnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan bebas hambatan tersebut.    Hal itu seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo kemarin (2/4).

Kondisi jalan tol Bangil-Rembang tampak lengang. Hanya beberapa kendaraan yang melintas dengan frekuensi kedatangan sangat lamban.  Rata-rata, hanya 20 kendaraan per jam yang melintas di jalur yang baru diresmikan untuk pengoperasiannya sejak Jumat  (31/3) lalu itu.

Loading...

Para pengguna  jalan tol Bangil-Rembang, kebanyakan memanfaatkan jalan setempat karena penasaran. Mereka ingin mengetahui dan merasakan jalan yang baru dioperasikan itu.  Seperti yang diungkapkan Eko Budi, warga Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Ia mengaku, sengaja ingin menikmati jalan bebas hambatan tersebut, untuk membayar rasa penasarannya. Apalagi, selama uji coba tersebut, tidak  dikenai biaya. Hal ini, menjadi daya tariknya untuk menjajal  jalan bebas hambatan itu.

“Saya ingin tahu, jalan tol yang baru dioperasikan. Mumpung  masa uji coba ini, masih gratis,” akunya saat dikonfirmasi kemarin (2/4). Eko-sapaannya menambahkan, kondisi jalan tol Bangil-Rembang  cenderung masih sepi. Hanya ada beberapa kendaraan, yang  memanfaatkan jalur yang dibangun dengan alokasi dana triliunan rupiah itu.

“Saya mencoba Minggu pagi  (2/4). Memang masih sepi, dan  hanya beberapa kendaraan yang melintas,” tambah dia.  Kepala Shift Operasional Jalan  Tol Bangil-Rembang, Lingga  Aguardy memandang, secara kasat mata memang tergolong  sepi. Namun, ia menilai kalau   jumlah kendaraan yang melin tas di jalan tol, cukup bagus volumenya. Hal tersebut bila  ditinjau dari kondisi tol yang baru  dioperasikan.

“Jalan tol ini kan baru dioperasikan. Kalau melihat dari pengoperasiannya yang tergolong baru, kami rasa jumlah volume   kendaraan yang melintas cukup  banyak,” jelasnya.  Rata-rata, ada kendaraan sekitar 10 unit hingga 20 unit yang  melintas dari lajur Bangil-Rembang.

Sementara, untuk yang dari Rembang-Bangil, rata-rata 5  unit hingga 10 unit kendaraan.  Jika dihitung seharian, ada sekitar 300 unit kendaraan yang melintas dari arah Bangil-Rembang. Sedangkan yang dari Rembang-Bangil, sebanyak 150 kendaraan.

“Jumlah itu, ditinjau dari  perhitungan kendaraan yang masuk jalan tol ini selama Sabtu kemarin (1/4),” tambahnya.  Diakuinya, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Bangil-Rembang lebih banyak. Hal ini, karena interchange jalan tol,  dekat dengan jalur utama, Bangil-Pandaan. Berbeda dengan  Rembang-Bangil, yang interchangenya berada di kawasan     industri.

“Kemungkinan, belum banyak yang mengetahui interchange  tol Rembang-Bangil. Makanya,  jumlah yang melintas lebih sedikit,” sambung lelaki asal Cirebon ini.  Lingga-sapaannya menambahkan, rata-rata pengguna jalan setempat ingin mencoba jalan tol  yang baru dioperasikan.

“Selain  ingin mencoba, bisa juga karena  masih belum dikenai tarif. Makanya, mereka memanfaatkan esempatan untuk mencoba melintas di sini,” bebernya. (radar)