Browse By

Empat Toko Pasar Gotong Royong Dicuri

Pelakunya Tujuh Remaja

MAYANGAN – Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo, digegerkan dengan aksi pencurian baju oleh tujuh remaja, Jumat 31/3). Tujuh remaja yang sama-sama berasal dari Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu, mencuri tujuh baju  dan celana di empat toko.

Mereka semua masih berusia belasan tahun. Yaitu, SM, 16; Is,  14; Nz, 14; Sl, 15; Rk, 14; Dh, 14;  dan Ms, 15. Ketujuh remaja itu akhirnya ditangkap sejumlah pedagang dan diserahkan ke Polsek Mayangan. Pencurian itu sendiri terjadi sekitar pukul 13.00.

Loading...

Holifah, 30,  salah satu korban menyebut,  dirinya kehilangan tiga baju dan celana. Holifah menjelaskan, aksi ketujuh remaja itu di tokonya cukup  rapi. Saat itu, ada pembeli datang ke toko miliknya. Di saat yang sama, ketujuh remaja ini juga datang.

Mereka melihat-lihat sejumlah baju dan celana. Salah satu dari tujuh remaja itu, ada yang membeli  satu celana pendek. “Saya memang kurang memperhatikan mereka. Sebab, toko   sedang ramai. Apalagi saat itu juga ada pembeli lain datang,” terangnya.

Beberapa saat kemudian, proses  jual beli selesai. Toko pun kosong. Karena itu, warga Kelurahan Kebons ri Kulon, Kecamatan  kanigaran, Kota Probolinggo, itu memanfatkan waktu yang ada untuk salat Duhur. Saat itulah, Holifah melihat ada  celana dan baju yang hilang.

“Tinggal gantunganya saja. Baju  dan celananya tidak ada,” imbuhnya.  Namun, Holifah tidak begitu ambil pusing. Dia tetap salat. Sebelum  salat, dia minta saudaranya Sum,  yang juga penjual baju di toko  sebelahnya untuk menjaga toko  miliknya, dari jauh.

Tak dinyana, ketujuh remaja  yang datang ke tokonya, belum pergi dari sekitar pasar. Melihat  tokonya sepi, ketujuh remaja itu  datang lagi. Lalu, salah satu di antaranya mengambil satu celana  pendek.  “Saudara saya melihat kejadian itu. Katanya celana yang dicuri dimasukan ke baju yang di kenakan. Lalu mereka pergi ke atas (lantai 2). Mereka juga membawa sebuah kresek hitam,” tuturnya.

Saat itu juga, Sum dan dua pemilik toko yang lain langsung mengejar komplotan remaja itu  ke lantai dua. Di lantai dua,  ketiganya langsung menghadang tujuh remaja itu. Mereka lantas menggeledah  ketujuh remaja itu. Hasilnya,  ditemukan tujuh baju dan celana hasil curian di kresek hitam yang  mereka bawa.

Serentak pedagang  lain langsung menyemut. Selain Holifah, korban yang  lain adalah Sunani, 48. Satu kaos dagangannya hilang dicuri. Warga Kelurahan Kebonsari Wetan,  Kecamatan Kanigaran itu menyebut, siang itu ada lima remaja yang masuk ke tokonya. Namun, tak lama kemudian keluar dengan  alasan, tidak ada yang cocok.  Beberapa menit kemudian, Sunani melihat ada kaos yang  hilang. Tinggal gantungannya saja.

“Seingat saya, gantungan itu ada kaosnya. Akhirnya saya nanya ke suami. Katanya kan sudah laku  dan gantungannya mungkin belum dipindah. Lantaran sebelumnya  memang ada yang membeli, jadi saya memang tidak begitu ambil  pusing,” katanya.

Menurutnya, total ada enam toko  yang kecurian siang itu. Namun, dua pedagang memilih untuk  tidak mempermasalah. Sehingga, mereka  tidak melapor.  Terpisah Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Joko Murdianto membenarkan pencurian itu,  kemarin (2/4).

Menurutnya, pedagang yang jadi korban pencurian ada empat orang. Kerugian  minimal Rp 25 ribu dan paling  banyak Rp 60 ribu. Rencananya, ketujuh remaja  itu menurutnya akan diproses.  Namun, diproses diversi.

“Lantaran masih anak-anak, kami  upayakan diversi terlebih dahulu.  Untuk prosesnya ini masih dibuatkan laporan diversinya,” terangnya. (radar)

Incoming search terms:

  • download video bokep siswi smp
  • pasar gotong royong probolinggo
  • vidio bokeb jepang