Browse By

Mal Poncol Tak Kunjung Dapat Investor

PANGGUNGREJO – Keinginan Pemkot Pasuruan untuk segera menemukan investor Mal Poncol, masih terkendala proses serah terima dari pengelola lama. Yakni, CV Bina Mutu Sarana. Pemkot mengaku sudah berkomunikasi  dengan direktur CV tersebut dan merencanakan  pertemuan untuk membahas hal itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif.  Pria yang akrab disapa Ayik itu  mengatakan, sudah ada komunikasi dengan pihak CV Bina Mutu. Direktur CV tersebut,  menurut Ayik berkeinginan menghadap Wali Kota Setiyono untuk menyelesaikan penyerahan  pengelolaan.

“Saya berharap agar serah terima pengelolaan segera rampung, sehingga kami bisa segera menemukan investor untuk  mengelola Mal Poncol,” terang Ayik. Kelengkapan syarat administrasi itu juga, yang membuat  calon investor pada mal yang berada di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, itu mundur teratur.

Loading...

Meski begitu, Ayik mengatakan, sudah ada investor yang tertarik mengelola mal tersebut. Namun, pengelola dari jejaring toko serba ada itu, belum menyebut  nilai sewa. Alasannya, masih  akan melakukan uji coba selama 6 bulan.

“Ada satu investor dari salah  satu jaringan toko swalayan yang  tertarik untuk mengelola. Namun,  belum ada pembicaraan soal  besaran sewa. Sebab, mereka meminta untuk uji coba dahulu,” katanya. Saat disinggung soal kondisi  Mal Poncol yang mangkrak,  Ayik mengaku saban tahun pemkot mengalokasikan anggaran Rp 25 juta untuk membayar tagihan listrik dan perawatan  ringan. Sedangkan untuk renovasi penuh, akan menjadi tanggungan dari investor nantinya.

“Kami hanya mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan rutin melalui APBD. Kalau untuk  rehab secara total, akan jadi tanggungan investor,” tuturnya. Artinya, jika investor tak kunjung  didapat, maka pemkot akan terus mengucurkan anggaran untuk biaya listrik maupun perawatan ringan.

Diketahui, Mal Poncol sejak  2015 lalu sudah tak lagi ditempati. Itu setelah pengelola sebelumnya tak memperpanjang  sewa mal tersebut. Setelah tak lagi disewa, pemkot terus mempromosikan mal tersebut pada  sejumlah investor.

Tak kurang  puluhan invetor yang melakukan  penjajakan. Hanya saja, hingga kini tak satupun yang deal. Padahal, pemkot sendiri membuka negosiasi soal sewa pada  investor. Era Wali Kota Hasani dulu, sempat muncul harga yang  ditawarkan oleh pemkot pada investor yang akan mengelola bangunan seluas 3.716 meter persegi  tersebt.

Yakni, Rp 945 juta pertahun  untuk keseluruhan bangunan.  Bahkan, sempat ada desakan dari DPRD Kota Pasuruan untuk  menjadikan bangunan Mal Poncol sebagai sentra Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).  Namun, usulan itu ditolak pemkot.

Alasannya, mal yang ada di  jalan KH. Wahid Hasyim itu site  plan bangunannya, memang diperuntukan untuk toko modern. Sehingga, jika terjadi perubahan fungsi, maka pemkot masih perlu melakukan perubahan desain bangunan. (radar)