Browse By

Hujan Tiga Jam, Plengsengan Ambrol

PUSPO – Hujan deras disertai petir melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (31/3) lalu. Akibatnya, sebuah plengsengan yang terletak di depan halaman TK PKK VI  ambrol. Diperkirakan, plengsengan yang  ambrol panjangnya sekitar 8  meter dari total 16 meter.

Arif, salah seorang warga setempat mengatakan, hujan mulai turun setelah Salat Jumat. Sejam kemudian, hujan semakin  deras disertai petir. Kejadian ituterjadi pukul 16.00 sore. Diduga, kontruksi bangunan plengsengan  tersebut tak cukup kuat menahan   terpaan air hujan.

Bahkan, kata Arif, getaran tanah yang diakibatkan longsoran itu,  terasa hingga rumahnya yang  memang tak jauh dari lokasi  kejadian. “Malah saya mengira itu lindu, begitu saya keluar rumah ternyata plengsengan longsor,” ungkapnya.

Loading...

Akibatnya, jalur wisata menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Pasuruan itu, sempat ditutup  selama beberapa jam. Warga  Kemudian bergotong-royong  membersihkan material tanah hingga pukul 17.30.

Tak hanya itu, sebuah drainase  atau saluran air yang terletak di jalan perkampungan Dusun Krajan Kidul, Desa Puspo, juga jebol terbawa arus. Drainase yang dibangun sepanjang 500 meter itu,  15 meter diantaranya rusak.

Pembangunan fasilitas publik itu sejatinya dilakukan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat, menggunakan Dana Desa (DD) senilai Rp 661. Pembangunan drainase itu dilakukan pada  kisaran bulan Mei hingga Juni 2016 lalu.

Diketahui, Pemdes  Puspo membangun empat plengsengan di Dusun Punjul, Dusun  Krajan Kidul, Dusun Krajan Kulon, dan Dusun Tegal Anyar. Sutarmaji, salah satu perangkat Desa Puspo mengatakan, untuk sementara waktu, pihaknya akan  mengerahkan bantuan warga  untuk membersihkan sisa-sisa longsoran tersebut.

Dalam waktu dekat, akan segera dilakukan  perbaikan terkait dengan rusaknya   sejumlah fasilitas publik itu.  “Sementara, kami memprioritaskan perbaikan plengsengan  dulu. Karena dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan,” terangnya.

Ia menampik, jika   ambrolnya plengsengan tersebut, disebabkan kontruksi bangunan  yang kurang tepat. Sutarmaji menjelaskan, sebelum dilakukan pembangunan, pihaknya telah menyusun desain dan spesifikasi bangunan. Sehingga, tingkat kemiringan hingga  komposisi material yang digunakan, dinilai sudah tepat. Dengan  kejadian ini, pihaknya akan  melakukan evaluasi agar bangunan  rehab nanti jauh lebih kuat.

“Mungkin dalam perbaikan nanti akan ditambah larenan (selokan, red) agar dapat menampung air saat hujan,” tandasnya. Rencananya, perbaikan plengsengan akan dilakukan dua pekan mendatang. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep jebol perawan smp