Browse By

Angkat Sukwan, Harus Lapor Kemendikbud

BANGIL – Banyaknya sekolah yang mengangkat tenaga sukarelawan (sukwan), baik guru atau pun tenaga kependidikan, membuat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) banyak tersedot untuk pos  tersebut. Sehingga, tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud) mewajibkan laporan pengangkatan sukwan.

Hal itu diungkapkan Enidah  Made Ruswati, Kasubag Penyusunan dan Pelaporan Program  (Sungram) Dinas Pendidikan  (Dispendik) Kabupaten Pasuruan. Hal itu sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) BOS 2017. “Sukwan  yang diangkat oleh sekolah, harus dilaporkan dan direkap oleh  Dinas Pendidikan. Kemudian dari dinas dilaporkan ke Kementrian Pendidikan,” ungkapnya.

Pelaporan ini wajib disampaikan, lantaran hampir 50 persen dana BOS tersedot untuk membayar honor sukwan. Sehingga, BOS dinilai tidak tepat sasaran. Made mengatakan, saat ini data  sukwan yang diangkat, memang hanya terbatas pelaporan saja.

Loading...

“Entah nanti datanya diapakan  masih belum tahu. Termasuk  apakah sukwan yang diangkat  oleh sekolah itu diterima atau tidak, belum tahu. Karena sifatnya hanya pelaporan saja ke  pusat,” terangnya.   Musta’in, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten  Pasuruan mengatakan, pengangkatan sukwan baik guru dan  tenaga kependidikan di sekolah,  juga bukan tanpa sebab. Pasalnya, jumlah mereka selama ini kurang.

“Karena jumlah guru dan tenaga sukwan memang kurang, sekolah mengangkat tenaga sukwan,” terangnya.  Terkait wajib lapor ke pusat, Musta’in  mengatakan, hal tersebut sejatinya  sudah dilakukan sejak dulu. Hanya  saja, tahun ini lebih diketatkan  pelaporannya. Untuk data Dispendik, guru sukwan saja sudah mencapai 4.051 orang. (radar)

Incoming search terms:

  • razia abg ngentot