Browse By

Sidak Rutan, Hanya Temukan Obat Sakit Kepala

KRAKSAAN – Warga binaan Rutan Kraksaan kemarin pagi dikejutkan dengan kedatangan petugas gabungan dari Polres  Probolinggo dan rutan setempat. Satu per satu ruang tahanan diperiksa. Tak hanya itu, tiap warga binaan juga dites urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba di rutan.

Hasilnya, inspeksi mendadak (sidak)  petugas gabungan di rutan itu tak berhasil menemukan apa pun. Petugas  hanya mendapati obat sakit kepala dari salah satu warga binaan yang sedang sakit. Obat itu dinyatakan tak termasuk obat  keras.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, puluhan personel dari satnarkoba, sabhara  dan petugas Rutan Kraksaan kemarin   menyisir mulai dari blok A atau kawasan pidana umum, Rutan Kraksaan. Di blok  itu, tidak ditemukan narkoba.

Loading...

Petugas hanya mendapati obat sakit kepala milik salah satu warga binaan.  Petugas sudah mengklarifikasi temuan  obat itu ke petugas rutan, hasilnya obat  itu merupakan obat sakit kepala yang  di berikan oleh petugas kesehatan rutan.

“Bukan masuk narkoba atau obat terlarang,” kata Kasat Narkoba Polres Probolinggo AKP Herly Sanjaya. Selanjutnya, petugas gabungan bergerak ke Blok Narkoba. Di situ, ada 16 warga binaan yang langsung diminta keluar dari ruang kamar.

Saat hendak meninggalkan ruangan, mereka juga diperiksa seluruh badannya. Karena tidak ditemukan benda mencuri gakan di dalam kamar, petugas lantas  melakukan tes urine kepada semua warga  binaan Blok Narkoba.

Satu per satu warga binaan diminta  buang air kecil ke dalam wadah yang  telah disiapkan petugas. Dari hasil tes urine itu, diketahui semuanya negatif. Blok tahanan wanita juga tidak luput dari  pemeriksaan. Sama dengan blok lainnya,  tidak ditemukan narkoba atau obat terlarang.

Herly mengatakan, razia di dalam rutan  itu dilakukan untuk mencegah peredaran atau pemakaian narkoba di dalam rutan.  “Rutan Kraksaan masih dalam kondisi steril. Buktinya, kami tiap kali melakukan razia secara mendadak, tidak ditemukan  narkoba atau obat terlarang. Saat dilakukan  tes urine, hasilnya juga negatif,” katanya, kemarin.

Terpisah, Kepala Rutan Kraksaan Muhammad Kafi mengatakan, selama ini pi haknya berupaya mencegah peredaran narkoba dengan upaya prefentif. Selain  dilakukan pemeriksaan secara mendadak  di dalam ruang tahanan warga binaan,  pihaknya juga melakukan pemeriksaan  ketat terhadap pengunjung yang masuk  ke rutan. Termasuk pengunjung perempuan  juga tidak luput dari penggledahan. (radar)