Browse By

Ogah Bayar Sewa, Tetap Bertahan di Ruko Terminal

Pengosongan Ruko Mengambang

PANDAAN – Rencana Pemkab Pasuruan untuk melakukan pengosongan penghuni ruko terminal di Pandaan, tak kunjung  terpenuhi. Sampai sejauh ini,  masih ada 18 penghuni ruko yang bertahan. Kepala Disperindag Kabupaten  Pasuruan Edy Suwanto mengatakan, rencana pengosongan ruko terminal Pandaan terus  di upayakannya.

Ia menyebut, rencana pengosongan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu itu, molor karena masih menunggu petunjuk lebih lanjut. “Untuk rencana eksekusi pengosongannya, sudah kami laporkan ke Bupati dan Sekda. Sekarang, masih pembahasan lebih lanjut. Sehingga, sementara ini baru  bisa menunggu saja,” ujar Edy.

Loading...

Meski belum berhasil mengosongkan, namun Edy menyebut, jumlah penghuni ruko terminal  terus rontok. Bila akhir 2016 lalu  ada 25 penghuni, kini tersisa 18  penghuni yang masih bertahan.  “Mudah-mudahan dalam waktu  dekat ini, eksekusi pengosongannya bisa kami lakukan,” harapnya.

Diketahui, keberadaan ruko  Terminal Pandaan yang jadi aset pemkab sejauh ini minim kontribusi. Sejak 2012 lalu, sebanyak 70 ruko di area terminal itu hanya  menyumbang pendapatan asli  daerah (PAD) sebesar Rp 25 juta  saja.   Padahal, dari hitung-hitungan pemkab, idealnya dari ruko setempat, pemkab bisa mendapatkan PAD sekitar Rp 1 miliar.

 Lantaran itu, pemkab pun menindak tegas dengan melakukan pengosongan bagi penghuni yang ogah membayar harga sewa baru. Sesuai peraturan bupati, harga   sewa paling murah ruko terminal  Pandaan sebesar Rp 3  juta per  tahun. Sementara paling mahal,  Rp 27-28 juta. Disesuaikan ukuran   ruko dan letak posisinya.

Kondisi ruko yang tak signifikan  memberikan pemasukan ke  pemda itu pun jadi sorotan sejumlah kalangan. Salah satunya, Son Taqdir Aulady. Pria yang jadi ketua forum solidaritas orang pinggiran ini meminta pemkab bisa bergerak cepat untuk mengoptimalkan ruko terminal.

“Namanya tak bayar sewa, tentunya harus pindah. Jika masih bertahan, pemkab wajib mengeksekusinya,” kritik Son. (radar)