Browse By

Kapolres Deadline 20 Hari untuk Semua Kasus

Kecewa Kinerja Anggota

MAYANGAN – Kapolres Probolinggo AKBP Hando Wibowo mengumpulkan anak buahnya di Polsek Kademangan, kemarin (31/3). Saat itu, Hando-sapaan akrabnya–memarahi anak buahnya karena kinerjanya mengecewakan.

Pasalnya, banyak kasus hingga saat ini belum terungkap.  Bahkan, Hando memarahi anak buahnya di depan tersangka pembawa senjata tajam (sajam) yang memang akan dirilis. Dengan nada tinggi dan mengacungkan tangan, Hando memberi  deadline 20 hari pada jajarannya untuk menyelesaikan semua kasus yang hingga kini belum   terungkap.

Loading...

Jika tak berhasil, maka ia akan mengevaluasi posisi anak buahnya. Kepada anak buahnya, Hando mengatakan, masyarakat telah  menunggu hasil kerja pihak kepolisian. “Masyarakat telah menunggu hasil kerja kita. Jika memang tidak bisa menangani  kasus, maka lebih baik jadi Kanit Binmas saja. Lebih cocok melakukan tindakan preventif  ketimbang penegakan hukum,”   gertaknya.

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) misalnya, hingga kini belum terungkap.  Seperti curanmor di lokasi parkir PDAM setempat. Padahal,  sudah ada rekaman closed circuit television (CCTV) yang bisa menjadi petunjuk. Belum lagi kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal.

“Intelkem pentantang-pententeng gak jelas kemana. Anggota  reserse, Kanit Reserse tidak ada kerjanya. Pembunuhan dimana-mana, pembuangan bayi dimana-mana, begal di mana-mana.  Tapi, tidak ketangkap. Kerjanya apa?” katanya dengan nada tinggi.

Anggota yang dikumpulkan  hanya diam.  Polsek Kademangan sendiri yang merilis kasus pembawa  sajam dengan tersangka Santoso, 34, warga Dusun Genukan, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, tak luput dari dampratan Kapolres.

Pasalnya, polsek  hanya berhasil menangkap satu dari dua pelaku. Ia mempertanyakan, kenapa  kasus itu tidak dikembangkan. Padahal, dari barang bukti yang ada,  pelaku pembawa sajam juga membawa kunci T. Hando menduga, Santoso juga merupakan pelaku curanmor atau  bahkan begal.

Tidak menutup kemungkinan, merekalah pelaku pencurian yang selama ini  beraksi di wilayah hukum Polres  Probolinggo Kota. “Jika memang tidak bisa, maka saya yang akan tunjukan bagaimana cara mbedil orang. Saya yang  akan jadi Kanit Sersenya,” ungkapnya.

“Saya beri waktu dua minggu ke depan, jika memang tidak  bisa, saya akan lakukan evaluasi,” terang sambil berlalu. (radar)